oleh

Petani di Sinjai Terima 944 Ribu Bibit Kakao

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Upaya meningkatkan produktifitas dan produksi pertanian di Kabupaten Sinjai khususnya komoditas kakao, Pemkab Sinjai didukung oleh Pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Sulsel.

Hal ini dibuktikan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultra dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Sulsel dengan menyalurkan bantuan bibit kakao sebanyak 944.000 pohon untuk luas lahan 944 hektar (Ha).

Kepala Bidang Perkebunan Dinas TPHP Provinsi Sulsel, Suaib, mengatakan bahwa bantuan yang diserahkan ini untuk mendukung terjaminnya kualitas produksi serta pasokan terhadap pangsa pasar komoditas kakao.

Baca Juga:  PMD Sinjai Akan Gelar Lomba Evaluasi Perkembangan Desa

Ia berharap agar petani bisa memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya demi meningkatkan kualitas produksi dan meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Ini murni dari anggaran APBD Provinsi Sulsel. Harapan kami kepada petani adalah bagaimana para petani memanfaatkan bantuan sebaik-baiknya karena program ini adalah untuk peningkatan produksi petani,” tutupnya.

Sementara itu, Kadis TPHP Kabupaten Sinjai H. Kamaruddin mengatakan, bantuan ini bagian dari upaya Bupati Sinjai yang selalu membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Baca Juga:  8 Atlet Dayung Selayar Diserang OTK, Alami Luka Kepala Bocor Hingga Dilarikan ke RSUD

“Tentu ini adalah berkat sinergitas yang baik antara Pemprov dan kami di Kabupaten. Olehnya itu kami mewakili kelompok tani mengucapkan banyak terima kasih Kepada Bapak Gubernur Sulsel, dan Kepala Dinas TPHP Sulsel serta jajarannya atas bantuan ini,” ucapnya.

Bantuan kakao ini telah disalurkan untuk 66 kelompok tani sejak pekan lalu untuk enam kecamatan. Masing-masing Kecamatan Bulupoddo untuk luas lahan 334 Ha, Sinjai Barat 80 Ha, Sinjai Tengah 280 Ha, Sinjai Selatan 97 Ha, Sinjai Timur 45 Ha dan Bulupoddo untuk lahan 108 Ha.

Baca Juga:  Innalillahi, Wakil Bupati Sinjai Andi Massalinri Latief Meninggal Dunia

Iapun berharap kepada kelompok tani penerima bantuan untuk melakukan penanaman secepatnya dan memelihara dengan baik.

“Bantuan ini hanya bibit sehingga perlu secara swadaya petani untuk pemupukannya. Semoga produksi kakao di Sinjai dapat mengalami peningkatan sehingga kesejahteraan petani juga semakin sejahtera,” pungkasnya.

Komentar