oleh

Aktivis Minta Disdik Sinjai Evaluasi Kepsek SMPN 37 Terkait Dugaan Kekerasan Siswa Oleh Oknum Guru

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Aktivis minta Dinas Pendidikan Sinjai, mengevaluasi Kepala Sekolah SMPN 37 Sinjai.

Pasalnya, ada dugaan penganiayaan siswa di ruang lingkup SMPN 37 Sinjai oleh oknum guru.

Hal tersebut diungkapkan oleh Aktivis Sinjai, Saiful, saat ditemui di salah satu Warkop di Sinjai Utara

Fang Iful, sapaan akrabnya mengatakan oknum guru itu tidak mencerminkan perilaku seorang pendidik.

“Tidak mencerminkan prilaku seorang pendidik dan itu adalah suatu tindakan yang tidak dibenarkan sebagai Orang di sebut guru,” kata Fang Iful, kepada Jendela Satu. Senin, (31/10/2022).

Baca Juga:  Foto: Kondisi Pasar Sentral Sinjai Pasca Kebakaran

Harusnya kata Pengurus Badko HMI Sulselbar itu, murid yang dianggap nakal didekati secara persuasif.

“Dibebankan moralnya untuk tidak melakukan tindakan melanggar aturan sekolah bukan malah diperlakukan ibarat preman jalanan,” ujarnya.

Karena itu, Fang Iful Minta Dinas Pendidikan Sinjai, mengevaluasi Kepala Sekolah SMPN 37 Sinjai.

“Saya minta Dinas Pendidikan Sinjai mengevaluasi Kepala Sekolah SMPN 37 Sinjai,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasus kekerasan di dunia pendidikan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terus terjadi.

Kali ini, Siswa Kelas 8 (Delapan) SMP Negeri 37 Sinjai, inisial FJ (14), diduga dianiaya oleh oknum gurunya inisial (AN). Jumat, (28/10/2022).

Baca Juga:  Polisi Ungkap Pelaku Utama Pembacokan yang Mengakibatkan Warga Kajuara Meninggal Dunia

FJ diduga dianiaya oleh oknum gurunya dengan cara dipukul bagian leher bagian belakang menggunakan tonjokan dan kayu.

Hal tersebut diungkapkan oleh paman FJ, Sudirman, saat dikonfirmasi melalui Via WhatsApp pribadinya.

“Iya betul pak, ponakan saya di tonjok dan dipukul menggunakan kayu oleh gurunya,” kata Sudirman, kepada Jendela Satu. Minggu, (30/10/2022).

FJ diduga dianiaya karena dianggap keluar dari Ruang Lingkup Sekolah, untuk pergi mengikuti balapan. Namun, FJ, keluar karena ingin melaksanakan Sholat.

Baca Juga:  Siap-siap, Dinkes Sinjai Siapkan 1.500 Vaksin Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun

“Dikira ponakan saya keluar pergi balapan, padahal mau pergi sholat,” ujar Sudirman.

Akibat dugaan penganiayaan itu, FJ sampai saat ini masih terbaring di Rumahnya, karena mengalami pusing dan tidak bisa beraktifitas.

“Tidak ke Sekolah mi mulai hari Sabtu, dia hanya terbaring di Rumahnya. Itupun kalau makan dengan posisi terbaring karena tidak bisa bangun, dia merasa pusing,” ungkapnya.

Karena kondisi FJ, pihak keluarganya merasa menyesalkan dugaan penganiayaan yang menimpa keponakannya.

“Kami sesalkan adanya penganiayaan yang menimpa keluarga kami,” pungkasnya.

 

Penulis: Taqwa Ainun

Komentar