oleh

Dugaan Penganiayaan Siswa SMPN 37 Sinjai, Ini Penjelasan Lengkap Kepala Sekolah

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Oknum guru SMPN 37 Sinjai berinisial AN diduga melakukan penganiayaan terhadap siswanya, FJ. Kejadian ini pun membuat, Nahiruddin, kepala sekolah setempat untuk menelusuri duduk perkara atas peristiwa itu.

Dari hasil klasifikasinya kepada oknum guru tersebut, Nahiruddin menyebut peristiwa itu terjadi pada hari Jumat pagi, 28 Oktober. Saat itu, siswa SMPN 37 mengikuti salat duha dan kultum yang merupakan program setiap Jumat di sekolahnya.

Namun, FJ tidak terlihat dalam kegiatan keagamaan itu. Sehingga, AN didapati di ruang kelas dan dibawa ke ruang guru untuk dilakukan pembinaan.

“Jadi bukan penganiayaan, semata karena pembinaan kepada siswa, saat itu AN memberi peringatan dan mengancam FJ untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya tapi ternyata ancamannya sampai ke tubuh FJ,” jelas Nahiruddin, Senin (31/10/2022).

Baca Juga:  Sambut Hari Bhayangkara, Brimob Bone Ziarah di Taman Makam Pahlawan

Usai kejadian tersebut, FJ tetap melanjutkan proses belajar di sekolah. Pihaknya menganggap masalah ini sudah selesai. Terlebih lagi di tubuh FJ tidak ada luka memar akibat tonjolan yang dilakukan AN.

Kendati demikian, Nahiruddin tetap akan memberikan surat teguran kepada AN untuk tidak melakukan perbuatan yang sama. Termasuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak agar masalah ini selesai dan bisa kembali mengikuti proses belajar mengajar seperti sebelumnya.

“Sekarang saya di rumah keluarga FJ, insya Allah kami akan mediasi agar masalah ini bisa kelar,” kuncinya.

Baca Juga:  Melalui Lomba Mural, Kapolri Sediakan Wadah Masyarakat Kreasikan Kritik

Diberitakan sebelumnya, Kasus kekerasan di dunia pendidikan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terus terjadi.

Kali ini, Siswa Kelas 8 (Delapan) SMP Negeri 37 Sinjai, inisial FJ (14), diduga dianiaya oleh oknum gurunya inisial (AN). Jumat, (28/10/2022).

FJ diduga dianiaya oleh oknum gurunya dengan cara dipukul bagian leher bagian belakang menggunakan tonjokan dan kayu.

Hal tersebut diungkapkan oleh paman FJ, Sudirman, saat dikonfirmasi melalui Via WhatsApp pribadinya.

“Iya betul pak, ponakan saya di tonjok dan dipukul menggunakan kayu oleh gurunya,” kata Sudirman, kepada Jendela Satu. Minggu, (30/10/2022).

FJ diduga dianiaya karena dianggap keluar dari Ruang Lingkup Sekolah, untuk pergi mengikuti balapan. Namun, FJ, keluar karena ingin melaksanakan Sholat.

Baca Juga:  'Sibantuki' Program Pemda Sinjai Dalam Menekan Angka Kemiskinan, Ampuh atau Tidak?

“Dikira ponakan saya keluar pergi balapan, padahal mau pergi sholat,” ujar Sudirman.

Akibat dugaan penganiayaan itu, FJ sampai saat ini masih terbaring di Rumahnya, karena mengalami pusing dan tidak bisa beraktifitas.

“Tidak ke Sekolah mi mulai hari Sabtu, dia hanya terbaring di Rumahnya. Itupun kalau makan dengan posisi terbaring karena tidak bisa bangun, dia merasa pusing,” ungkapnya.

Karena kondisi FJ, pihak keluarganya merasa menyesalkan dugaan penganiayaan yang menimpa keponakannya.

“Kami sesalkan adanya penganiayaan yang menimpa keluarga kami,” pungkasnya.

Penulis: Taqwa Ainun

Komentar