oleh

‘Sinjai Tak Aman’! Ini Rentetan Peristiwa Curanmor, Penganiayaan Hingga Dugaan Pungli Beasiswa PIP

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Rentetan peristiwa di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, belakangan ini menyedot perhatian publik.

Mulai dari peristiwa pengeroyokan hingga penangkapan pelaku Pencurian Motor (Curanmor).

Selain itu, ada pula aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI, terhadap warga karena diduga terbakar api cemburu.

Bahkan ada dugaan oknum guru SMA N 3 Sinjai yang melakukan pungli beasiswa PIP.

Berikut Jendela Satu sajikan rentetan peristiwa yang terjadi di Kabupaten Sinjai pada April 2023

Aksi pengeroyokan dan penikaman di Sinjai Selatan

Teduga Pelaku penganiayaan (pengeroyokan) di Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, diamankan Polres Sinjai.

Sebelumnya, aksi pengeroyokan tersebut viral di Sosial Media.

Kasat Reskrim Polres Sinjai, IPTU. Andi Irvan Fachri, mengatakan pihaknya sudah mengamankan terduga pelaku.

“Sudah kita amanka 2 terduga pelaku. Kedua pelaku ini masih kami periksa, penentuannya setelah kami melakukan gelar perkara,” kata Irvan Fachri kepada Jendela Satu.

Lanjut IPTU. Irvan bilang pihaknya sementara menyelidiki apa motif terduga pelaku melakukan penganiayaan.

“Masih dalam pemeriksaan. Belum bisa saya pastikan apa motifnya,” kuncinya.

Sementara korban kata IPTU. Irvan, dirujuk ke Rumah Sakit di Kota Makssar, untuk menjalani perawatan.

“Info saya dapat dirujuk ke Makassar, karena mendapatkan luka tikaman bagian perut dan kepala,” pungkasnya.

Aksi pengeroyokan warga Bone di SPBU Lita Sinjai

Muhammad Risal (25) diduga mendapatkan tindakan penganiyaan oleh karyawan SPBU Lita, yang terletak di Jalan AP Pettarani, Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Muhammad Risal yang merupakan warga Kabupaten Bone itu, diduga dianiaya oleh pegawai SPBU Litha, saat dirinya mengantre ingin membeli BBM.

“Kejadiannya tadi sekitar pukul 19.00 WITA saat saya antri ingin membeli bensin,” katanya kepada Jendela Satu.

Risal menjelaskan, pada saat itu dirinya bersama boncengannya (istrinya)  melihat ada keributan di depannya di SPBU Lita.

“Saat saya mengantri ada keributan di depan saya, langsung saya rekam menggunakan HP saya, tiba tiba ada 2 orang mendatangi saya langsung memukul saya (bagian kepala) Salah satu orang yang memukul saya menggunakan seragam SPBU,” jelasnya.

Baca Juga:  Cegah PMK di Wilayahnya, Kades Bonto Sinjai Tengah Gandeng Dinas Peternakan Laksanakan Vaksinasi

Lanjut Risal bilang, saat dirinya akan dipukul pelaku mengatakan “kenapako ma video”.

“Setelah pelaku mengatakan ‘kenapa ma video’, saya langsung dipukul,” ujarnya.

Setelah dirinya dipukul, Risal istrinya temanya langsung lari dan belum sempat mengisi BBM.

“Langsung ka leri sama istriku, belum sempat isi BBM,” tandasnya.

Sementara itu, Manajer SPBU Lita, Farid, saat dikonfirmasi mengatakan “apa maksudnya merekam, mungkin gara gara itu jengkel anggota saya,” kuncinya.

Penangkapan Pelaku Curanmor

Kepolisian Resor (Polres) Sinjai menggelar press release terkait tindak pidana pencurian sepeda motor (Curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (Curat) di ruang Gelar Perkara Sat Reskrim Polres Sinjai. Senin siang, (17/04/2023).

Press Release dipimpin oleh Kapolres Sinjai yang diwakili Wakapolres Sinjai Kompol Andi Muh. Syafei didampingi Kasi Humas Polres Sinjai, Akp H. Suharto, dan Kasat Reskrim Polres Sinjai Iptu Andi Irvan Fachri.

Wakapolres Sinjai Kompol Andi Muh. Syafei menyampaikan bahwa saat ini kita gelar press release terkait pengungkapan pelaku Curanmor dan juga sebagai Curat di berbagai TKP.

Kemudian penyampaian selanjutnya disusul oleh Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Andi Irvan, i mengungkapkan, tersangka lel. MA (26) yang merupakan warga desa Songing, Kecamatan Sinjai Selatan dikenakan dua perkara yakni, kasus Curanmor dan Curat.

“Dari serangkaian pemeriksaan terhadap pelaku ditemukan fakta- fakta bahwa selain mencuri motor, pelaku sebelumnya juga telah melakukan tindak pidana pencurian sebanyak 19 kali yang semuanya berada di wilayah hukum Polres Sinjai,” ungkapnya.

Menurut Kasat Reskrim, aksi tersebut dilakukan pelaku, mulai dari tahun 2021 hingga 2023, dimana untuk kasus curanmor pihaknya menerima Laporan Polisi sebanyak 6 LP, sedangkan untuk aksi Curat sebanyak 13 LP, sehingga total laporan Polisi yang diterima dari perbuatannya sebanyak 19 Laporan.

“Berkat kerjasama dari tim, akhirnya petugas mengamankan tersangka dengan barang bukti 6 unit motor, dan beberapa jenis alat yang digunakan dalam melancarkan aksinya,” jelasnya.

Baca Juga:  Gunung Semeru Erupsi Status Awas

Adapun untuk aksi Curat, pelaku melancarkan aksinya dengan memanjat rumah orang lalu mencuri uang, emas dan barang – barang berharga lainnya

“Modus yang dilakukan pelaku yakni dengan mengintai sasaran lalu mengambil kesempatan saat pemilik kendaraan atau pemilik rumah lengah,” imbuhnya.

Lebih jauh, Iptu Irvan menerangkan motif yang dilakukan pelaku ini dipicu dari kebiasaan judi online dan hura-hura, sejak pelaku dipecat dari pegawai honor di Pemda.

“Sampai saat ini, dari hasil pengembangan yang dilakukan pelaku ini adalah pemain tunggal. Sementara barang curian selama ini dijual ke kerabatnya,” terangnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polres Sinjai, yaitu 6 (enam) unit sepeda motor, dan barang bukti lain yang digunakan oleh pelaku yaitu kunci Letter T, berbagai jenis obeng, dan berbagai macam alat serta barang curian yang telah diambil oleh pelaku.

“Pasal yang disangkakan kepada pelaku adalah Pasal 363 KE-3E dan KUH Pidana jo Pasal 64 KUH Pidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya 7 (tujuh) tahun penjara,” kuncinya.

Oknum TNI di Sinjai Aniaya Warga Diduga Terbakar Api Cemburu

Video penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI di Kabupaten Sinjai, viral di sosial media.

Video viral bejurasi 2.13 detik memperlihatkan aksi penganiayaan yang diduda dilakukan oleh oknum TNI.

Video penganiayaan itu terekam kemudian beredar di media sosial Facebook dan WhatsApp.

Informasi yang dihimpun kejadian tersebut terjadi pada Minggu malam pukul 22.00 WIB, di wilayah Kelurahan Samaenre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Diketahui oknum TNI tersebut berinisial AR menjabat sebagai Babinsa Koramil 1424-03 Kecamatan Sinjai Tengah.

Sang oknum TNI diduga terbakar api cemburu hingga menganiaya orang.

Dalam video yang beredar terlihat oknum TNI tersebut mengamuk, berteriak-teriak dan menganiaya perempuan dan pengemudi mobil Pajero Sport bernama Andi Wahyu di pinggir jalan.

Dalam unggahan video dan foto saat mendapat perawatan medis di Puskesmas di akun Facebook Andi Wahyufs.

“Niat menolong memberi tumpangan, terhadap istrinya, atas permintaan sendiri, tanpa sebab saya dianiaya secara membabi buta tanpa berprikemanusiaan dan mobil saya dirusak sampai penyok,” tulisnya.

Baca Juga:  KPU Sinjai Sudah Transparansi Perekrutan PPK Malah Didemo Mahasiswa

Terdengar pula dalam video tersebut, suara lantang oknum TNI. “Saya laporkan kau. Kau berdiri, kau istri tidak tahu keluarga, anak istrimu ada setang,” teriak oknum aparat tersebut.

Akun Facebook bernama Andi Yudhi Afiat juga turut mengunggah video penganiayaan tersebut.

Terpisah, Kapolsek Sinjai Tengah Iptu Yantar membenarkan peristiwa itu saat dikonfirmasi awak media.

“Kasusnya ditangani oleh Kodim 1424 Sinjai setelah korban laporkan kejadian ini di Kodim,” kata Iptu Yantar.

Sementara, Dandim 1424 Sinjai, Letkol Inf Sumardi menyampaikan bahwa kasus tersebut sedang ditanganinya.

“Kita sudah menemui korban, sanksi hukumnya akan ditangani dengan hukuman militer jika terduga pelaku bersalah,” kuncinya.

Oknum Guru SMA 3 Sinjai Diduga Pungli Besiswa PIP

Seorang guru SMA N 3 Sinjai, berinisial NA, diduga melakukan pemotongan beasiswa yang diterima sejumlah siswanya.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu orang tua siswa SMA N 3 Sinjai, yang enggan disebutkan identitasnya.

Ia mengungkapkan anaknya yang merupakan salah satu penerima beasiswa di sekolah tersebut dipotong senilai Rp. 100.000.

“Jadi yang diterima anak saya harusnya Rp. 800.000, namun dipotong Rp. 100.00 oleh gurunya (NA),” katanya.

Bahkan orang tua siswa tersebut merasa heran karena tidak ada penjelasan dari pihak gurunya terkait tujuan pemotongan uang beasiswa itu.

“Saya juga heran dan tidak tahu menahu untuk apa itu uang yang dipotong, karena saat pencairan di Bank, anak saya ditemani sama ibunya bukan gurunya. Namun ada pemberitahuan bahwa di stor Rp. 100.000, makanya saya bawakan itu uang sama anak saya di sekolahnya dan anak saya yang memberikan uang itu sama NA,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, bukan hanya beasiswa anaknya yang dipotong, namun ada beberapa beasiswa siswa yang lainnya.

“Bukan hanya anak saya yang dipotong, saya dengar dengar juga beasiswa siswa lain juga dipotong,” kuncinya.

 

Penulis: Taqwa Ainun

Komentar