SINJAI, Jendela Satu— Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sinjai mengambil langkah cepat untuk membersihkan Taman Karampuang.
Hal ini dilakukan untuk menjaga keindahan Icon Kota Sinjai.
Diketahui, Taman Karampuang yang berlokasi di pusat kota, tepatnya di Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara.
Dari Pantauan Jendela Satu.com, Rabu (10/12/2025) Puluhan pegawai BRI berada di lokasi Taman Karampuang membersihkan.
Mereka menggunakan mesin rumput dan alat manual lainnya.
Selain dari itu beberapa orang lainnya ikut membersihkan sampah plastik yang ada di lokasi tersebut.
Pimpinan Cabang BRI Sinjai, HM Dandy Wardana mengatakan bahwa ini adalah bentuk kerja sama kami bersama DLHK.
“Alhamdulillah, sore ini rekan-rekan punya kesempatan, olehnya itu kami turun membersihkan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Dandy Wardana mengatakan bahwa sebelumnya kami telah merencanakan untuk membersihkan tempat tersebut.
“Pekan lalu kami mau membersihkan, namun jika direncanakan selalu hujan deras,” jelasnya.
Pembersihan taman tersebut dibersamai oleh rekan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).
DLHK juga telah membersihkan Patung Kuda Mangngottong.
Sebelumnya, DLHK sebut Patung Kuda Mangngottong dan Taman Karampuang Sinjai yang tak terurus itu Wewenang Bank BSI dan Bank BRI.
Hal tersebut disampaikan oleh Kadis DLHK Sinjai, H. Sofwan Sabirin,
Dikatakan H. Sofwan Sabirin bahwa Pemerintah mengajak pihak Bank BRI untuk pemeliharaan. Meski demikian DLHK tetap bertanggung jawab.
“Tetap kami bersama-sama, berkoordinasi untuk kegiatan tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, Taman Patung Kuda Mangngottong Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) terlihat tak terurus.
Tepatnya di Jl Persatuan Raya, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara.
Dari pantauan Jendela Satu.com, Selasa (09/12/2025) nampak patung kuda tersebut terlihat kumuh.
Rumput disekeliling taman setinggi mata kaki orang dewasa hingga sampai lutut.
Selain dari rumput, sampah plastik juga berserakan ditempat tersebut.
Padahal, taman tersebut adalah icon pertama jika memasuki wilayah Sinjai Kota.
Nampak tiang pada bangunan itu juga sudah kelihatan pembesiannya.
Selain dari pada itu, cat pada tembok dan patung kuda tersebut sudah berlumut.
Diketahui bahwa, patung kuda dibangun pada tahun 2015 lalu.
Patung tersebut dibangun dengan menggunakan APBD Kabupaten Sinjai kurang lebih Rp 600 juta.
Hal yang sama, juga nampak pada Taman Karampuang Sinjai yang tak terurus.
Rumput dilokasi tersebut sudah setinggi lutut orang dewasa.
Taman Karampuang terletak di Pusat kota Sinjai.
Anehnya, dengan kondisi tersebut dipertontonkan oleh warga.
Padahal dulu taman tersebut banyak dikunjungi oleh masyarakat Sinjai bahkan dari luar Daerah.
Hal tersebut tuai sorotan dari warga, Ikmal (25)
“Seharusnya taman tidak dibiarkan seperti itu, itu semua kan Icon Kota Sinjai,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ikmal meminta agar OPD terkait mengambil langkah tegas untuk memperindah Patung Kuda dan Taman Karampuang.
“Semoga secepatnya kedua Icon tersebut terurus,” harapnya.






Komentar