SINJAI, Jendela Satu— Aktivis ramai-ramai kawal aspirasi warga Kampung Boja, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Aspirasi kampung Boja terkait dengan penyambungan arus listrik.
Diketahui bahwa warga di Kampung Boja belum merasakan cahaya arus listrik dari PLN sejak Indonesia merdeka.
Meski sebelumnya warga kampung Boja telah mendatangi pihak PLN yang ke sepuluh kalinya.
Berdasarkan hasil audiensi yang bernamakan “Amarah Masyarakat Kampung Boja”, Manajer PLN Sinjai beserta jajarannya siap undur diri jika tak menyambungkan arus listrik di wilayah Kampung Boja.
Dengan pernyataan tersebut, aktivis siap kawal hasil audiensi ini.
“Masyarakat di Kampung Boja sangat membutuhkan arus listrik,” ucap Taufik.
Lebih lanjut, Taufik, bahwa kami meminta agar janji PLN Sinjai ditepati.
“Perjanjian warga kampung Boja dengan pihak PLN Sinjai disaksikan banyak orang, olehnya itu kami meminta agar segerah dibuktikan,” harapnya.
Terpisah, Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Sinjai mengatakan bahwa keresahan yang dialami warga Kampung Boja sudah berlarut.
“Ini sudah tak sepantasnya, warga Kampung Boja tidak disambungkan arus listrik,” jelasnya.
Hal yang sama di sampaikan oleh, Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi), Mahdi.
“Tidak ada alasan pihak PLN Sinjai untuk tidak menyambungkan arus listrik bagi warga yang membutuhkan,” katanya.
Dikatakan Mahdi bahwa apalagi dengan alasan tidak jelas.
“Hanya karna ada infrastruktur jalan yang rusak, sehingga alat material PLN Sinjai tidak bisa masuk, padahal warga kan siap untuk membantu,” katanya.
Sehingga Mahdi akan mengadu ke DPRD Sinjai.
“Kami meminta agar DPRD Sinjai membantu mengawal aspirasi warga kampung Boja,” tandasnya.







Komentar