oleh

Metode Dakwah Dalam Peranannya Memajukan Agama Islam

Editor:

OPINI, Jendela Satu— Islam sebagai ajaran yang sempurna, tentunya hal ini akan berlaku hingga akhir zaman. Seiring berkembangnya zaman, Islam tentunya harus menggunakan metode dakwah dan bahasa yang berbeda-beda, misalnya kitab Injil, Taurat, Zabur, dan Al-Qur’an yang bahasanya berbeda sesuai pada zaman Nabi yang diturunkan kitab tersebut.

Terkait dengan hal ini, Al-Qur’an sudah menjelaskan dalam Surah Ibrahim ayat 4 yang artinya “Dan tidaklah kami mengutus Rasulpun kecuali dengan bahasa kaumnya supaya dia dapat menjelaskan kepada mereka” (Q. S. Ibrahim: 4).

Hal ini dilakukan agar dakwah para Rasul mudah dimengerti dan diterima oleh kaumnya, karna bisa dibayangkan apabila bahasa seorang Rasul yang dia gunakan berbeda, tentunya berpotensi tidak diterima bahkan ditolak.

Baca Juga:  Buntut Pengeroyokan Kader ‘Hijau Hitam’, HMI Gelar Aksi Unjuk Rasa dan Segel Kantor Mandala Finance Sinjai

Dalam perkembangan zaman, akhirnya Al-Qur’an sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa agar setiap orang bisa mengerti apa yang terkandung di dalamnya. Bahkan di era sekarang era 5.0 informasi sangat mudah diakses menggunakan media internet, dengan mudahnya kita mengetahui terjemah Al-Qur’an dalam berbagai bahasa bahkan dilengkapi dengan berbagai macam tafsiran.

Internet yang sekarang berevolusi menjadi suatu sumber rujukan utama di jaman now, menjadi suatu keuntungan dan keprihatinan tersendiri. Dalam hal keprihatinan ini kita bisa lihat sekarang banyak orang yang dengan mudahnya menyepelekan pendapat dari saudara sesama muslim, tentu hal ini bukan hal yang baik, karna kita diajarkan untuk saling menghargai pendapat dan masukan dari orang lain.

Baca Juga:  Selamat, 4 Mahasiswa UMSi Lolos Kompetisi Kampus Mengajar

Dalam fenomena ini sebenarnya bisa menjadi tantangan bagi para Ulama untuk menyebarkan Ilmu yang dia miliki kepada masyarakat luas dengan metode dakwah di media sosial atau media online. Tujuannya agar dakwah yang dia sampaikan dapat lebih menarik dan mudah untuk diakses, dan diterima masyarakat dan kaum remaja.

Dari kemajuan media sekarang metode dakwah harus bervariasi, dan menggunakan suatu strategi dakwah dengan konsep gambar, video, film animasi Islam maupun sesuatu yang sekarang populer digunakan. Misalnya aplikasi tik tok yang kebanyakan orang menyebutnya berdampak negatif, namun hal ini bisa di minimalisir dengan membuat konten dakwah.

Baca Juga:  Brimob Bone Kawal Peringatan Tahun Baru Imlek 2575

Semoga dengan berkembangnya metode dakwah, Islam akan lebih jauh dikenal dan akan kembali berjaya di bumi Allah ini.

Penulis: Islahwati Isra/mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai.

Opini ini diluar tanggung jawab Redaksi

Komentar