oleh

Akses Jalan ke Kampung Bahonglangi Bone Memprihatinkan

Editor:

BONE, Jendela Satu— Mengingat kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 merupakan suatu langkah perubahan besar terhadap bangsa ini, dari semua aspek tak terkecuali infrastruktur jalan.

Sejak 1945 hingga sekarang bukanlah waktu yang singkat. Namun, 76 tahun pasca kemerdekaan ternyata belum maksimal untuk peningkatan pembangunan yang merata.

Hal itu disampaikan Muhammad Fadli saat wawancara di salah satu Cafe di Kabupaten Sinjai, (19/4/22).

Baca Juga:  27 Anggota Panwascam Resmi Dilantik, Ketua Bawaslu Sinjai Minta Bekerja Maksimal

Mengingat dua hari sebelumnya (14-17) ia mengaku berkegiatan di Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dirinya tak menyangka menemukan kampung terpencil dengan akses yang masih sangat terisolir.

Mahasiswa kelahiran tahun 2001 yang juga merupakan Ketua Umum Himaprodi HPI ini mengaku kaget saat menemukan kondisi perkampungan yang nyaris tidak mendapatkan perhatian pemerintah.

Baca Juga:  Rektor UMSi Dr. Umar Congge Puji Program Beasiswa untuk Mahasiswa Cetusan Bupati Andi Seto

“Untuk sampai di kampung Bahonglangi kita melewati jalan yang sempit, berlumpur dan belum pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah. Sehingga untuk sampai di lokasi kita butuh jalan kaki kurang lebih 7 jam” kata Fadli.

Lanjut Fadli menerankan, rusaknya fasilitas umum itu dikeluhkan warga. Padahal jalan tersebut merupakan akses perekonomian dan pendidikan warga setempat.

Baca Juga:  Upaya Polres Sinjai Bentengi Generasi Bangsa Dari Serangan Narkoba

“Sangat miris sekali melihat akses jalan dan itu berdampak pada perekonomian dan pendidikan di Dusun Bahonglangi harusnya pemerintah lebih memperhatikan karena itu tanggung jawab mereka, untuk pembangunan dalam bentuk infrastruktur harus disamaratakan agar masyarakat bisa merasakan semua” tegas Fadli.

Fadli juga berharap agar pemerintah Kabupaten Bone serius memperhatikan desa terpencil di wilayah kerjanya.

Tim

Penulis: Taqwa

Komentar