oleh

Dukungan Untuk MTP Menuju Senayan Juga Datang dari Artis Dian Sastro

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Dukungan untuk pengacara sukses di Jakarta yang merupakan putra asli Kabupaten Sinjai, Muallim Tampa (MTP) terus mengalir. Rabu, (14/5/2022).

MTP sudah menyatakan dirinya akan maju sebagai calon legislatif di DPR RI pada pileg 2024 mendatang.

Pernyataan ini disampaikan saat mengelar acara buka puasa bersama dan silaturahmi di kediamannya di Bontopedda, Kecamatan Sinjai Selatan yang dihadiri ribuan kerabatnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Bupati Sinjai Andi Seto Asapa Terpapar Covid-19

Hingga saat ini support untuk pemuda kelahiran 1988 ini terus diagaungkan oleh simpatisan dan pendukungnya melalui media sosial.

Bahkan, sejumlah tokoh Masyarakat di beberapa kabupaten ikut mendorong agar pemuda multitalenta ini serius maju di 2024 mendatang.

Salah satu bentuk dukungan diberikan oleh artis papan atas Indonesia, Dian Sastrowardoyo.

Dian Sastro nampak memakai baju khas berlogo MTP akronim dari Muallim Tampa.

Baca Juga:  Boikot Jalan dan Bakar Ban, Aliansi Masyarakat Sinjai Kembali Demo Soal Air Bersih

Bukan hanya itu sejumlah sahabat MTP juga mensosialisasikan dirinya baik melalui benner, spanduk dan baju di berbagai kalangan.

Dia dianggap memiliki jaringan yang luas serta bermodal semangat membangun kampung halamannya dari Senayan, Warga optimis bisa melenggang ke senayan nantinya.

Muallim Tampa, mengatakan dukungan dan support yang datang kepadanya merupakan salah satu cambuk dan semangat untuknya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Panggil Pj. Bupati Sinjai Menghadap ke Istana Negara, Bahas Apa?

“Alhamdulillah, terima kasih saya ucapkan kepada semua sahabat MTP yang senantiasa memberikan dorongan dan semangat, ” katanya.

Diandra Paramitha Sastrowardoyo, yang lebih dikenal dengan Dian Sastrowardoyo atau Dian Sastro, adalah seorang model, pemeran, penyanyi, produser film dan sutradara Indonesia.

Salah satu film terkenal yang dibintanginya adalah sebagai Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) pada 2002.

Komentar