oleh

Kisah 2 Pesepeda Asal Gorontalo Ekspedisi Gorontalo-Mekkah: Tidak Bisa Haji Minimal Bisa Umroh

Editor:

ARAB, Jendela Satu— Menunaikan Ibadah Haji merupakan dambaan bagi setiap umat muslim, beragam cara yang dilakukan kaum muslimin agar dapat melaksanakan rukun ke-lima dari rukun Islam ini, seperti yang dilakukan 2 orang pesepeda asal Provinsi Gorontalo.

Kedua pesepeda tersebut yaitu Andi Harvin (26) dan Chairul Ma’atini (27), Keduanya menempuh perjalanan mulai dari Provinsi Gorontalo (Indonesia) menuju Mekkah (Arab Saudi) menggunakan sepeda dengan tujuan untuk menunaikan Ibadah Haji di Tanah Suci.

Chairul Ma’atini saat dihubungi mengungkapkan bahwa mereka mulai berangkat pada tanggal 6 Juni 2021 lalu.

Baca Juga:  Aliansi Aktivis dan Mahasiswa Demo BBWS Pompengan Jeneberang, Minta Persoalan Air Bersih di Sinjai Diselesaikan

“Alhamdulillah kami start dari provinsi Gorontalo tanggal 6 Juni 2021 dan tiba di Uni Emirat Arab (UEA) pada tanggal 21 Juni 2022, ” ungkapnya saat dihubungi, Jum’at, (8/07/2022).

Setelah tiba di Uni Emirat Arab, Tim Muslim Youth Journey (Andi dan Chairul) langsung berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi.

Andi Harvin mengatakan bahwa KBRI Abu Dhabi sudah membantu mereka untuk pengajuan visa haji meskipun kemungkinannya sangat tipis, karena untuk pengajuan visa haji seharusnya dilakukan sekitar 2 bulan sebelum masuk waktu haji.

“H.E. Husin Bagis selaku Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Untuk Persatuan Emirat Arab sudah mencoba menghubungi Kedutaan RI yang ada di Riyadh, Konjen yang ada di Jeddah dan juga Duta Besar Arab Saudi yang ada di Abu Dhabi untuk membantu kami, tapi qodarullahu pengajuan visa haji kami belum bisa diterima untuk saat ini, ” ucapnya.

Baca Juga:  Pimpin Upacara Serah Terima, Danyon C Pelopor: Tanggung Jawab Harus Dijalankan Dengan Baik

Kata Andi Harvin, Mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Saudi.

“Alhamdulillah saat ini kami masih berada di UEA, Insya Allah setelah selesai Idul Adha kami akan melanjutkan perjalanan menuju Saudi. karena berita yang kami dapat, Saudi baru akan dibuka saat bulan Muharrom, atau sekitar bulan Agustus. Jadi ketika tidak bisa Haji di tahun ini, minimal kami bisa Umroh sesuai dengan niat awal kami,” terangnya.

Baca Juga:  Warga Sinjai Selatan Kesal, Pembangunan Hotmix Jalan Tidak Dilibatkan

Mereka berharap agar tahun berikutnya mendapat undangan langsung dari kerajaan Saudi untuk bisa berhaji beserta keluarga.

“Dan semoga nanti saat di Saudi pengajuan Beasiswa Strata 2 (S2) atau Studi Syariah Islam di Saudi kami bisa diterima, atau minimal kami nanti bisa Talaqqi langsung dengan para Syekh yg ada di Madinah atau Makkah. Selain beribadah, tujuan kami juga adalah untuk belajar ilmu agama,” pungkasnya.

Penulis: FirdausEditor: Taqwa

Komentar