oleh

Tudang Sipulung Keluarga Besar ‘Puang Rehe Daeng Pauling’, Ratnawati Arif: Mari Perkuat Silaturahmi

Editor:

GOWA, Jendela Satu— Keluarga Besar Puang Rehe Daeng Pauling mengadakan family gathering yang dirangkaian dengan tudang sipulung di Malino, Kabupaten Gowa.

Dimulai pada tanggal 5-6 November 2022 mengambil tema ‘Mappacolli Aju Rakko Mappatennang Solo Maduppa’.

Kegiatan yang baru pertama kali di laksanakan oleh keluarga ini di hadiri oleh sekitar 450an peserta yang berasal dari 6 rumpun keluarga anak Puang Rehe Daeng Pauling.

Yakni Rumpun Mappa Rehe, Palikkai, Palibangi, Kasaming, Pajolloi dan Patoppoi.

Baca Juga:  Diancam Akan Didemo Soal Proyek Miliaran Irigasi Lamole, Kadis PUPR Sinjai Mengaku Tak Tahu Menahu

Ketua Panitia Family Gathering, Zulchaidir, yang merupakan generasi ke 3 menyampaikan acara ini mengusung Konsep Family Camp membuat suasana lebih santai, akrab dan peserta menjadi saling mengenal lebih dekat satu sama lain.

“Banyaknya Peserta yang sampai pada generasi ke 6 Puang Rehe karena tidak hanya berasal dari kabupaten Sinjai khususnya manipi, tondong dan Balangnipa tetapi juga dari Makassar, Gowa, Jeneponto dan daerah lain di Sulawesi Selatan,” katanya.

Salah seorang peserta dari generasi ke 2, Hj. Ratnawati Arif yang juga menjabat sebagai Kepala BKAD Sinjai sangat mengapresiasi acara ini karena bukan hal yang mudah untuk mengumpulkan keluarga yang sudah tersebar di tengah kesibukan masing masing.

Baca Juga:  Petani di Sinjai Menjerit Pupuk Subsidi Langka, Khawatir Gagal Panen

“Tetapi mau berkumpul untuk acara ini yang pastinya akan semakin mempererat tali silaturahmi keluarga,” terangnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Haji Syamsuddin, bahwa acara ini sudah dari dulu dirindukan oleh keluarga.

“Alhamdulillah bisa dilaksanakan sehingga keluarga bisa saling mengenal khususnya generasi ke 3 sampai ke 5,” beber mantan kepala Desa Gunung Perak ini.

Baca Juga:  Brimob Bone Siap Amankan Pemilu 2024

Ada hal menarik dalam acara ini disamping banyaknya pertandingan dan doorprize yang disediakan panitia yaitu pesta kuliner dimana semua peserta membawa makanan khas yang dikumpulkan oleh panitia dan dimakan secara bersama sama.

Kerinduan terhadap kuliner khas masa kecil akhirnya terobati melalui acara ini.

Karena antusias peserta akhirnya oleh dewan penasehat keluarga diputuskan bahwa kegiatan serupa akan digelar dalam waktu setiap 2 tahun.

Penulis: Taqwa Ainun

Komentar