oleh

Marak Pengamen Boneka di Sinjai, Netizen: Cari Pendapatan, Soalnya Susah Lapangan Kerja

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Maraknya pengamen dengan menggunakan kostum boneka di Kabupaten Sinjai, mendapat banyak komentar dari Netizen.

Sebelumnya diberitakan dengan judul ‘Pengamen Pakai Kostum Boneka Marak di Sinjai’ mendapat komentar Netizen di Sosial Media.

Salah satunya, akun sosial media Facebook, @Alfinsardi. Menurutnya maraknya pengamen dengan menggunakan kostum boneka, karena beban hidup.

Baca Juga:  Legislator Golkar Sabir Jadi Pjs Ketua DPRD Sinjai, Fasilitas dan Tunjangan Jamaluddin Akan Ditarik

“Itu tandanya keras kehidupan besti,” tulis Komentar akun Facebook @alfinsardi.

Komentar @alfinsardi pun juga dibalas oleh akun bernama @Amaramirsiddiq. Ia membalas dengan tulisan “Lapangan kerja beng itu na bilang itu sanae,”

Senada dengan itu, pemilik akun @Kurirdika juga menulis “dia cari pendapatan, kasihan soalnya susah lapangan kerja”.

Aksi pengamen boneka itu juga mendapat respon positif dari Netizen.

Baca Juga:  Gandeng Baznas, Brimob Bone Bagikan Takjil dan Makanan Siap Saji Kepada Pengguna Jalan

Salah satunya akun @Mansurmabel, ia menulis komentar “tidak apa apa, halal ji pekerjaannya. Anaku nasuka sekali lihatki juga,” tulisnya.

Diberitakan sebelumnya, Pengamen dengan menggunakan kostum boneka marak di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Dari pantauan Jendela Satu, Kamis (25/05/2023), pengamen itu menggunaka kostum boneka itu kerap ditemui di Perempatan Jalan Tugu Bambu Sinjai, Jalan Persatuan Raya, Sinjai Kota.

Baca Juga:  Kerugian Negara Capai Rp 400 Juta, Begini Modus Tersangka Korupsi Proyek Jembatan Rp 2,3 M di Sinjai

Pada saat menjalankan aksinya, Mereka  (pengamen boneka) menggunakan kostum badut tokoh-tokoh komik yang lucu.

Tak hanya itu, para pengamen badut itu juga menggunakan alat pengeras musik (speaker).

Mereka meraih recehan rupiah dari para pengguna jalan, dengan berjoget yang diiringi lagu.

Para pengamen itu menggaet simpati pengguna jalan yang melintas terutama anak-anak.

Komentar