SINJAI, Jendela Satu— Perubahan baru yang digagas oleh Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tenga, Kabupaten Sinjai.
Iya adalah Muhlis, raih keuntungan dari kotoran ternak.
Hal ini dilakukan oleh Muhlis, karna melihat peluang cukup besar pada pembuatan pupuk Kompos Granular Sartani.
“Bisanya kotoran ternak dibiarkan menumpuk begitu saja pada peternak, makanya itu kami inisiatif untuk kumpulkan lalu di olah,” ucapnya, Rabu (24/12/2025).
Dijelakan Desa Baru, bahwa untuk pembuatan pupuk tersebut cukup simpel.
“Takar sesuai dengan kebutuhan tanaman, lalu kami diamkan minimal 14 hari dalam drum yang sudah ditutup rapat. Untuk bahan kotoran hewan kami gunakan Kotoran Ayam, Kambing, Sapi dan tambahan sekam. Kami aduk melalui mesin teknologi tepat guna sehingga dipastikan merata,” jelasnya.
Dikatakan, Muhlis bahwa manfaat Pupuk Fermentasi Kompos Granular Sartani membuat tanah lebih subur tanpa ada unsur kimia.
“Menyuburkan tanah dengan memperbaiki struktur, aerasi, dan daya ikat airnya, menyediakan nutrisi makro (NPK) dan mikro secara perlahan, serta meningkatkan mikroorganisme tanah yang bermanfaat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muhlis bahwa Kompoisi Pupuk Fermentasi Kompos Granular memiliki keuntungan lebih ekonomis dan tidak perlu memakai pupuk tambahan lainnya.
“Cara penggunaannya setiap tanaman harus dibersihkan lebih awal yang mau ditanami, sebisa mungkin dilakukan penggalian wilayah pinggiran sebelum ditaburkan khusus tanaman perkebunan.
Untuk tanaman pertanian seperti padi, sebelum dilakukan penanaman benih padi, di taburkan dulu ke sawah atau media tanam lainnya minimal 1×24 sebelum tanam padi atau benih,” tandasnya.







Komentar