oleh

Kritis! Volume Sampah di TPA Antang Capai 800 Ton per Hari, Pemkot Makassar Dorong Solusi Terpadu

Editor:

MAKASSAR, Jendela Satu— Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar menghadapi kondisi kritis akibat tingginya volume sampah yang masuk setiap hari.Diperkirakan sekitar 800 ton per hari, sementara kapasitas penampungan terbatas.

Data ini menunjukkan bahwa sekitar 240 ton sampah tidak terangkut, sehingga menimbulkan tekanan serius terhadap sistem pengelolaan limbah kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Makassar, Helmy Budiman menanggapi hal tersebut dengan serius.

“Kapasitas TPA Antang hampir penuh. Jika tidak ada langkah strategis, akan terjadi penumpukan sampah yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kami fokus pada solusi terpadu dari hulu ke hilir,” tulisnya, Selasa (07/04/2026).

Pendekatan Terpadu dari Hulu ke Hilir
Pemerintah Kota Makassar menggabungkan pendekatan teknologi dan pendekatan masyarakat untuk mengatasi masalah ini.

Salah satunya adalah pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste-to-energy di area TPA Antang. Proyek ini tidak hanya akan mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan publik.

Selain itu, Pemkot juga mendorong inovasi tingkat RT/RW dan kelurahan, termasuk:
Pemilahan sampah organik dan non-organik di rumah tangga
Pembuatan kompos dari sampah organik
Pendirian titik pengelolaan sampah berbasis komunitas

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan dengan serius mengenai dengan penanganan sampah.

“Keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada partisipasi masyarakat. Dari rumah tangga hingga RT/RW, semua harus terlibat aktif. Ini bagian dari komitmen kami meninggalkan praktik open dumping,” terangnya.

Tantangan dan Strategi
TPA Antang, yang sudah beroperasi lebih dari dua dekade, menghadapi beberapa tantangan utama diantaranya.

Kapasitas Lahan Terbatas – Hampir semua area TPA telah terisi, sehingga lahan cadangan sangat minim.

Volume Sampah yang Meningkat – Produksi sampah kota terus bertambah akibat pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.

Partisipasi Publik yang Masih Rendah – Banyak warga belum terbiasa memilah sampah atau memanfaatkan fasilitas pengelolaan lokal

Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Makassar melaksanakan langkah-langkah strategis:
Percepatan pembangunan PSEL di TPA Antang untuk mengubah sampah menjadi energi.

Penguatan regulasi dan pengawasan untuk memastikan sistem sanitary landfill berjalan efektif.

Program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pengurangan sampah di sumbernya.

Harapan Pemerintah dan Masyarakat
Pemkot Makassar berharap dengan kombinasi teknologi modern, pendekatan komunitas, dan keterlibatan masyarakat, TPA Antang dapat menahan laju pertumbuhan sampah dan menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat.

Komentar