oleh

Ajarkan Anak Kelola Sampah Sejak Dini, Bank Sampah MSP FIKP UNHAS Jadi Media Edukasi Sekolah Tanpa Sampah

Editor:

MAKASSAR, Jendela Satu— Maraknya sampah akhir-akhir ini menjadi masalah besar yang dihadapi masyarakat hampir di semua kalangan salah satunya pelajar.

Sebagai upaya menanamkan rasa kepedulian lingkungan sejak dini, peserta bank sampah melakukan edukasi untuk menarik perhatian siswa.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk peduli lingkungan agar tercapainya tujuan sekolah tanpa sampah.

Kegiatan edukasi dilakukan pada 8 Desember 2022 di UPT SPF SD Inpres Kera-Kera Makassar. Kegiatan ini diikuti 10 orang mahasiswa Bank Sampah selaku pelaksana kegiatan dan sekitar 40 orang peserta dari SD Kera-Kera.

Materi edukasi yang diberikan yaitu jenis-jenis sampah, cara pengolahan, dan pengenalan bank sampah. Tujuan dari pelaksanaan edukasi ini yaitu diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan khusunya generasi muda jenjang SD.

Baca Juga:  Lepas Kontingen Bola Voli Berlaga Kapolda Cup, Kapolres Sinjai Harap Juara

Disamping itu, kegiatan ini dapat menghasilkan output nasabah bank sampah cilik.

Pengenalan jenis-jenis sampah pada anak-anak SD diajarkan melalui pengenalan warna tempat sampah.

Tempat sampah kuning berisi sampah anorganik yang sulit terurai dan dapat di jual serta daur ulang.

Tempat sampah hijau untuk sampah organic yaitu mudah terurai. Serta tempat sampah merah untuk sampah bahan berbahaya dan beracun.

Masalah sampah tidak hanya sampai pada pembuangan saja, barang ini perlu diolah menjadi sesuatu yang mempunyai manfaat dan nilai guna.

“Pengolahan sampah organic dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu reduce, reuse dan recycle. Reduce merupakan kegiatan mengurangi sampah, reuse merupakan kegiatan menggunakan kembali, dan recycle merupakan kegiatan mendaur ulang misalnya membuat produk dari botol plastic. Upaya pengolahan sampah yang dilakukan mahasiswa MSP saat ini yaitu dengan pembentukan Bank Sampah” jelas Markus, narasumber dari tim Bank Sampah.

Baca Juga:  Begini Kronologi Warga Lappacinrana Sinjai Hanyut di Sungai Tangka

Alur kerja Bank Sampah MSP FIKP Unhas yaitu pemilahan sampah sesuai jenis, registrasi/pendaftaran, setor sampah ke bank sampah, penimbangan sampah, kemudian pencatatan dan bagi hasil.

“Bank Sampah MSP FIKP Unhas merupakan salah satu wadah untuk pengolahan sampah saat ini. Siswa SD diajak menjadi nasabah cilik dengan cara mengumpulkan sampah sesuai dengan jenisnya kemudian menyerahkan jenis sampah plastic yang telah dikumpulkan kepada tim kami. Sampah ini kemudian ditimbang dan dicatat untuk mempermudah ke depannya apabila sewaktu-waktu nasabah ingin mengambil uang hasil penyerahan sampahnya” terang Almunawarah, narasumber ke-2 dari tim Bank Sampah.

Kegiatan edukasi yang dilakukan berjalan dengan baik dan mendapatkan antusiasme oleh siswa, guru dan kepala sekolah.

Baca Juga:  Turnamen Domino Pordi Sinjai Resmi Dibuka, Diikuti 300 Peserta Lebih dari 7 Kabupaten di Sulsel

Harapannya, setelah diadakan edukasi ini semakin banyak siswa yang menyadari akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kegiatan edukasi ini dapat menambah lagi kepedulian akan lingkungan tidak hanya siswa namun semua pihak agar kepedulian pada lingkungan menjadi suatu gerakan bersama. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa karena dapat membiasakan mereka dengan pola hidup yang ramah lingkungan dan mengajarkan bagaimana cara mengelola sampah dengan benar demi masa depan yang lebih baik” ujar ibu Zarkiyah, Kepala Sekola SD Inpres Kera-Kera Makassar.

Pihaknya berharap dengan adanya edukasi ini mengenai pengelolaan sampah, siswa dapat menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan.

“Sehingga luaran yang diharapkan melalui kegiatan positif ini ialah dapat meminimalisir permasalahan sampah yang semakin hari semakin meningkat sehingga tercapainya sekolah tanpa sampah,” kuncinya.

Penulis: Taqwa Ainun

Komentar