oleh

Soal Anggota TNI Aniaya Warga Gegara Istrinya Nebeng di Mobil Pria Lain, Sertu Amran Sampaikan Permohonan Maaf

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Babinsa Sinjai Tengah Kodim 1424 Sinjai, Sertu Amran, menyampaikan permohonan maaf atas insiden penganiayaan yang dilakukannya terhadap warga Sinjai Tengah, Andi Wahyu.

Sertu Amran, menuturkan dirinya meminta maaf atas kejadian yang dilakukan terhadap Andi Wahyu.

“Dari lubuk hati saya yang paling dalam menyampaikan permohonan maaf atas apa yang saya lakukan kepada Bapak Andi Wahyu, beserta ibu dan keluarga besarnya,” katanya.

Selain itu, Sertu Amran juga mengklarifikasi kata yang dilontarkan kepada Andi Wahyu ‘pembawa isitri orang’.

“Semua yang saya sampaikan pada malam itu tidak benar. Harusnya yang saya sampaikan ucapan terimakasih yang telah memberikan tumpangan kepada istri saya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Polisi-TNI di Sinjai Patroli Jaga Keamanan Jelang Pemilu 2024

Motif Sertu Amran Aniaya Andi Wahyu

Komandan Kodim (Dandim) 1424 Sinjai, Letkol Inf. Sumardi, ungkap motif penganiayaan yang dilakukan Babinsa Sinjai Tengah, Sertu Arman, terhadap warga, Andi Wahyu, di Kecamatan Sinjai Tengah.

Dandim Sinjai, Letkol Inf. Sumardi, mengatakan insiden itu berawal saat isirinya mengikuti reuni.

“Bermula saat istri Sertu Arman mengikuti sebuah kegitan reuni,” kata Dandim Sinjai, saat konfresni Pers. Kamis, (27/04/2023).

Saat istri Sertu Arman mengikuti reuni, Sertu Arman, menelfon isitirnya karena sudah malam dan anaknya menangis.

“Sertu Arman menelfon istrinya dengan nada marah marah, sang istri pun menjawab kalau marah marah tidak usah kesini menjemput,” ucapnya.

Baca Juga:  Soliditas, Kapolres Sinjai Bersama Dandim 1424 Sinjai Pantau Posyan Ops Ketupat 2023

Mendengar jawaban istrinya, emosi Sertu Arman menjadi jadi, dan mencoba mendatangi isitirnya di Kota Sinjai.

“Kemudian di perjalanan Sertu Arman berpapasan dengan istrinya yang menebeng dengan teman reuninya (Andi Wahyu),” ujarnya.

Dandim Sinjai, mengungkapkan istri Sertu Arman, memang bersama Andi Wahyu menuju lokasi reuni di Sinjai Kota bersama 3 guru lainnya.

“Andi Wahyu memberikan tumpangan, istri Arman menggunakan motor dan diparkir di Rumah Bapak Andi Wahyu, dan bersama sama ke Kota Sinjai, menggunakan kendaraan roda 4 mengikuti reuni bersama 3 guru lainnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Salurkan Zakat Profesi Personel Yon C, Begini Harapan Danyon untuk Baznas Bone

Namun kata Dandim Sinjai, pada saat pulang Sertu Arman berpapasan di Jalan di Wilayah Samaenre.

“Pada saat itu, Sertu Arman melakukan tindak kekerasan terhada istrinya dan memindahkan istrinya ke mobil yang dikendarai Sertu Arman,” tandasnya.

Setelah itu, Sertu Arman mendekati Andi Wahyu, dan menganiayanya. Selain itu, Sertu Amran juga melontarkan ucapan ‘pembawa istri orang’ kepada Andi Wahyu.

“Andi Wahyu mendapatkan memar bagian kepala usai dianiaya oleh Seru Amran,” ucapnya.

Atas insiden ini, Dandim Sinjai, mengaku sudah melakukan pemeriksaan kepada Sertu Arman.

“Sudah kita lakukan pemeriksaan terhadap Arman,” kuncinya.

Komentar