SINJAI, Jendela Satu— Fakta baru dibalik kondisi Alun-Alun Sinjai yang memprihatinkan.Dibalik dari fasilitas memprihatinkan, pendapatan Alun-Alun Sinjai melonjak.
Alun-Alun Sinjai berlokasi di Jalan Tondong, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara.
Bangunan toilet Alun-Alun Sinjai yang disegel. Selain dari itu laintai dua Alun-Alun juga sudah terkelupas.
Selain dari itu, air juga tergenang pada lantai dua.
Hal tersebut memicu kualitas bangunan berkurang.
Di ketahui bahwa Alun-Alun diresmikan pada tanggal 25 Januari 2024.
Padahal, bangunan tersebut menelan anggaran Rp7.122.406.000.
Salah satu pengunjung, Irfan mengeluh akibat fasilitas Alun-Alun.
“Kami kewalahan ketika ingin membuang air kecil, karna toilet sudah disegel menggunakan papan, jadi saya keluar mencari toilet terdekat untuk membuang air kecil,” ucapnya, Jumat (27/02/2025).
Meski dikeluhkan, Dinas Perdagangan Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag) acuh terkait fasilitas Alun-Alun Kota Sinjai.
“Memang ada yang rusak. Namun tidak ada perbaikan karna anggaran yang terbatasi,” ucap Kabit Disperindag, Jamiat Isma.
Dikatakan, Jamiat Isma bahwa di Alun-Alun Kami hanya mendapatkan upa 41 lapak sesuai ketentuan Peraturan Daerah (Perda).
“Untuk pembayaran itu Rp 10 ribu perlapak,” jelasnya.
Terpisah, salah satu pengguna lapak mengatakan bahwa pihaknya membayar dengan akuntansi yang berbeda.
“Benar, kami bayar Rp 10 ribu Disperindag dan kami juga bayar Rp 10 ribu ke Bapenda,” ucap salah satu pedagang lapak yang enggan disebutkan namanya.
Ia bahkan mengatakan bahwa berbeda lagi dengan pembayaran sampah dan air.
“Pembayaran itu juga berbeda dan disitu masuk pemeliharaan fasilitas,” tandasnya.





Komentar