BONE, Jendela Satu— Kasus pencurian traktor di Desa Patimpeng, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, tuai sorotan.Pasalnya, pernyataan Kanit Reskrim Polsek Patimpeng ditampik oleh warga setempat.
Salah satunya, Mardi menduga adanya permainan oleh oknum anggota Polsek Patimpeng dalam kasus tersebut.
Menurutnya, ada klaim bahwa kasus pencurian mesin traktor tersebut sengaja diabaikan oleh oknum anggota polisi yang terlibat, dengan tujuan untuk melindungi pihak-pihak tertentu yang diduga terkait.
“Saya menduga ada oknum polisi yang mencoba menghilangkan jejak dan melindungi pelaku yang diduga sebagai penadah,” tulisnya.
Lebih lanjut Mardi mengatakan bahwa informasi yang diterima terduga pelaku
sebelumnya masih berkeliaran di desa tersebut, namun setelah ditunjuk sebagai terduga pelaku baru melarikan diri ke Nunukan.
“Kinerja Polisi di polsek patimpeng patut dipertanyakan, karena puluhan hari setelah terduga pelaku utama ditunjuk oleh pemilik rumah yang ditempati mesin traktor ditemukan baru terduga pelaku lari,” ungkapnya.
“Jadi intinya saya menduga pihak kepolisian masuk angin dan main mata dengan terduga pelaku dan penadah,” sambungnya.
Jika masih berlanjut, sampai dimana SP2HP nya, Mardi meminta kepada pihak kepolisian agar tetap memproses secara hukum semua yang diduga terlibat dalam kasus ini, dan meminta dengan tegas agar polisi bekerja secara profesional.
Terpisah, Kanit Polsek Patimpeng yang dikonfirmasi media terkait pernyataan Mardi meminta wartawan untuk konfirmasi Kapolsek Patimpeng, sementara Kapolsek Patimpeng menyarankan untuk komunikasi langsung dengan Kanit Reskrim Polsek Patimpeng.
Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Patimpeng Bripka Hasbi membantah anggapan bahwa penanganan kasus pencurian mesin traktor di Desa Patimpeng, Kecamatan Patimpeng, mandek.
Kanit Reskrim Polsek Patimpeng menegaskan bahwa proses hukum masih terus berjalan. Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan korban serta sejumlah saksi guna melengkapi keterangan yang dibutuhkan dalam penyelidikan.
“Penanganan kasus ini tidak mandek. Prosesnya masih berjalan, kami terus berkoordinasi dengan korban dan para saksi,” ujar Bripka Hasbi, kamis (9/4/2026).



Komentar