oleh

Gelar Aksi Sumpah Pemuda, PMII Komisariat UINAM Soroti Kinerja Jokowi-Ma‘ruf

Editor:

MAKASSAR, Jendela Satu— Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Alauddin Makassar Cabang Gowa, memperingati hari sumpah pemuda dengan menggelar aksi unjuk rasa. Jumat, (29/10/2021).

Aksi tersebut dipusatkan di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar dengan membawa Isu “Evaluasi Kinerja Joko Widodo dan Kiyai Ma‘ruf Amin Dua Tahun Kepemimpinan”.

Selain membawa Grand Isu, ada pula isu turunan yang dibawa dalam aksi tersebut yakni stop pelanggaran HAM, Cabut UU Omnibus Lawa, menolak pencabutan BBM premium, mengembalikan independensi KPK, mendesak Polri untuk mengevaluasi kinerja Polda Susel, menolak vaksin sebagai syarat administrasi, stop komersialisasi pendidikan.

Baca Juga:  Satlantas Polres Sinjai Tertibkan Parkir Liar di Jalan, Pelanggar Kena Tilang

Jenderal Lapangan, Asfar, mengatakan diangkatnya isu ini karena dalam dua tahun kepemimpinan Jokowi-Ma‘ruf dalam pengambilan kebijakan belum mementingkan kepentingan rakyata.

“Namun, kebijakan yang di ambil masih mementingkan para investor (korporat) dan kelompok-kelompok elit dilingkungan pejabat Negara,” ujarnya.

Pihaknya melihat selama dua tahun kinerja Joko Widodo dan Kiyai Ma‘ruf selaku presiden dan wakil presiden belum sepenuhnya kebijakan dari pemerintah betul-betul untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Baca Juga:  Peduli! Polisi di Sinjai Kawal Jenazah Warga Sampai Ke TPU

“Bahkan, kebijakan yang ada hanya menguntungkan para investor dan kelompok di sekitar. Ucap Asfar sekaligus Kordinator Forum Kajian dan Gerakan Advokasi kerakyatan (FK-GARDA),” katanya.

Isu-isu turunan yang diangkat merupakan isu yang masih faktual dan hangat juga masih menimbulkan polemik di masyarakat bawah akibat kebijakan pemerintah yang kurang tepat.

“Oleh karena itu kami mengangkat dan menyuarakannya sebagai kebijakan pada aksi kali ini sebagai momen sumpah pemuda. Kami dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat UIN Alauddin Makassar Cabang Gowa mendesak pemerintah pusat agar merubah arah kebijakan yang ada dan lebih mementingkan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi,” tandasnya.

Baca Juga:  Kemenag Buka Seleksi PPPK, Tersedia 49.549 Formasi 

Dia juga berharap, pada momen sumpah pemuda ini, pemerintah sadar akan bagaimana perjuangan para pahlawan pendiri bangsa ini bersatu dalam atas nama bangsa Indonesia sehingga semangat dan nilai-nilai sumpah pemuda.

“Dalam kebijakan yang pro kepada rakyat sehingga masalah-masalah yang kami angkat bisa terselesaikan secepatnya,” pungkasnya.

Editor: Hutomo

Komentar