oleh

20 Puisi Burhan SJ yang Bikin Mewek dan Enak Dibaca

Editor:

PUISI, Jendela Satu— Puisi merupakan salah satu media untuk mengungkapkan ide, pemikiran, cerita, sampai kritik sindiran terhadap sebuah fenomena.

 

Tentu, membuat puisi membutuhkan ide dan inspirasi. Seperti beberapa tulisan Puisi Burhan SJ.

 

Burhan SJ sendiri merupakan penulis muda asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

 

Burhan SJ sudah menerbitkan banyak judul buku dan antologi puisi.

 

Berikut sajian Puisi karya Burhan SJ:

 

 

1. Kau adalah bulan,

dan senyummu purnama.

Bulan ini, orang menamai ramadan,

aku sebutnya jeda, sejenak berhenti dari aktivitas.

 

2. Seumpama hanya ada kopi,

dan kau lupa sarapan.

Apakah kau akan tetap minun kopi duluan?

Atau kau biarkan semuanya berlalu.

Sebab kadang menunggu tuk memilih

juga adalah solusi.

 

3. Rembulan malu-malu,

kau tersipu,

aku diam.

Sebab kau tersipu nan senyum pun,

sudah buatku melek seketika.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, AMPG Sinjai Siap Jadi Garda Terdepan Mengawal Panji-panji Golkar Hingga Pelosok Desa

 

4. Alismu yang tebal,

matamu sipit,

dan alam semesta yang tenang.

Menjadi sinopsis sekumpulan puisiku.

 

5. Aku berhenti sejenak.

Jemariku beku.

Tapi hatiku mengalir,

ke lapangnya laut kasihmu.

 

6. Setiap detik adalah waktu,

setiap detak jantung adalah hidup.

Tapi orang-orang ingin memiliki waktu

dengan detak jantung bersamamu.

 

7. Bila cinta adalah

kalimat fasih di kalangan muda.

Lalu apa lagi yang bisa diungkap

orang jatuh cinta yang bisu.

 

8. Aku kadang berpikir tuk menemuimu

Di seperdua malam.

Tapi ingingku terjebak gelap,

dimana cahayanya telah lama

kau bawa seksama di matamu.

 

9. Selain menulis,

jatuh cinta juga adalah pekerjaan menguras tenaga,

butuh melek sehari

lalu tak tidur selanjutnya.

Tapi orang jatuh cinta tak salah,

yang salah saat jatuhnya tak dibangunkan

oleh orang yang ia cintai.

 

10. Aku lupa

Baca Juga:  Proyek Irigasi Ketua Kelas Hj Nani di Bulupoddo Sinjai Bermasalah

kapan terakhir kali

melihat kedipan matamu,

tapi yang kuingat kau selalu tersenyum.

 

11. Kopi memang pahit,

pekat,

juga nikmat kira-kira.

Tapi kau lebih suka jus,

mungkin karena kopi

adalah aku

dan kau tak ingin menyelesaikannya.

 

12. Aku banyak menulis

kata kata bertebaran keluar masuk,

tapi sulit melukis indah wajahmu dalam bentuk kata kata.

 

13. Banyak hal yang bisa dipelajari,

termasuk menghitung,

berapa kali kau berkedip dalam sejam.

 

14. Aku ingin belajar banyak dengan ibu.

Aku ingin tahu bagaimana caranya

dia mengasuh dan mendidik anak manisnya.

 

15. Kemerdekaan seorang perempuan

adalah saat ia mampu melewati industri fashion bahwa semua perempuan terlahir unik dan olehnya regenerasi berlanjutkarenanya perempuan punya hak dicintai dan mencintai, merindu dan dirindu.

Tidak untuk dilukai!

 

16. Sore tadi,

tepat orang-orang kantor pada libur. Kudatangi pantai, berharap menemuimu sedang sepi. Aku terlambat, ombak lebih awal menghapus kenanganmu.

Baca Juga:  Jelang Hari Raya Idul Kurban, Daging Sapi di Sinjai Tidak Mengalami Kenaikan Harga

Kutulis namamu berulang-kali

tak berhasil. Aku pulang kecewa.

 

17. Selalu ada,

selalu pergi.

Mentari memanja,

juga dirindu.

Bagaimana mentari menyapa?

Bedanya kau,

mentari memberi semangat pagi

kau membunuh harapan lalu pergi.

 

18. Karena kau adalah manusia

manusia punya hati

dan hati adalah sebaik baik perasa

Karena kau adalah lelaki

atau perempuan yang biasa saja

saling cinta dari satu meja

di seperdua malam.

 

19. Orang bilang

lelaki handal dalam dua hal,

memikat wanita

dan lihai mematahkannya.

 

20. Lepuh dilahap mentari

tapi kukira tak ada yang lebih menyengat

dari cemburu

hati dikikis oleh bara panas

rasa perlahan hilang dibuatnya

jangan cemburu sayang

kau u tak semestinya merasakan

hal itu tak sepatutnya ada di hatimu yang lembut itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar