oleh

Oknum TNI di Sinjai Aniaya Warga Diduga Terbakar Api Cemburu

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Video penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI di Kabupaten Sinjai, viral di sosial media.

Video viral bejurasi 2.13 detik memperlihatkan aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI.

Video penganiayaan itu terekam kemudian beredar di media sosial Facebook dan WhatsApp.

Informasi yang dihimpun kejadian tersebut terjadi pada Minggu malam pukul 22.00 WIB, di wilayah Kelurahan Samaenre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Meraih Terang Rumah Nelayan di Pesisir Pantai Sinjai

Diketahui oknum TNI tersebut berinisial AR menjabat sebagai Babinsa Koramil 1424-03 Kecamatan Sinjai Tengah.

Sang oknum TNI diduga terbakar api cemburu hingga menganiaya orang.

Dalam video yang beredar terlihat oknum TNI tersebut mengamuk, berteriak-teriak dan menganiaya perempuan dan pengemudi mobil Pajero Sport bernama Andi Wahyu di pinggir jalan.

Dalam unggahan video dan foto saat mendapat perawatan medis di Puskesmas di akun Facebook Andi Wahyufs.

Baca Juga:  Pelayanan Perpustakaan Sinjai Berjalan Normal

“Niat menolong memberi tumpangan, terhadap istrinya, atas permintaan sendiri, tanpa sebab saya dianiaya secara membabi buta tanpa berprikemanusiaan dan mobil saya dirusak sampai penyok,” tulisnya.

Terdengar pula dalam video tersebut, suara lantang oknum TNI. “Saya laporkan kau. Kau berdiri, kau istri tidak tahu keluarga, anak istrimu ada setang,” teriak oknum aparat tersebut.

Akun Facebook bernama Andi Yudhi Afiat juga turut mengunggah video penganiayaan tersebut.

Baca Juga:  Kapolres Bone Diminta Usut Tuntas Dugaan Praktek Penimbunan Solar di Kajuara: Jangan Tutup Mata dan Pandang Bulu

Terpisah, Kapolsek Sinjai Tengah Iptu Yantar membenarkan peristiwa itu saat dikonfirmasi awak media.

“Kasusnya ditangani oleh Kodim 1424 Sinjai setelah korban laporkan kejadian ini di Kodim,” kata Iptu Yantar.

Sementara, Dandim 1424 Sinjai, Letkol Inf Sumardi menyampaikan bahwa kasus tersebut sedang ditanganinya.

“Kita sudah menemui korban, sanksi hukumnya akan ditangani dengan hukuman militer jika terduga pelaku bersalah,” kuncinya.

Komentar