oleh

Sudah Sepekan Warga Pulau Sembilan Gelap Gulita, PLN Sinjai Klaim Masih Tahap Perbaikan

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Warga di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai harus merasakan suasana Gelap Gulita akibat kerusakan alat mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di wilayahnya. Kerusakan tersebut tentunya mengganggu aktivitas mereka sehari-hari.

Jadwal aliran listrik ke rumah warga yang seharusnya dinikmati sejak pukul 18.00 Wita hingga 06.00 WITA pagi atau 12 jam kini tersisa 6 jam lamanya. Padahal, kondisi ini sudah sepekan terjadi tanpa memberikan penanganan intens untuk pelanggan PLN Sinjai itu.

Kejadian itu tentunya membuat warga mengeluhkan berbagai kesulitan, mulai dari terbatasnya penerangan pada malam hari dan hingga terganggunya kegiatan usaha kecil. Beberapa warga terpaksa menggunakan lilin dan lampu cadangan yang telah disiapkan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan listrik sementara.

Salah satu warga setempat berinisial SN, menilai upaya PLN Sinjai mengoptimalkan arus listrik di Pulau Sembilan gagal. Faktanya, sejak sepekan ini arus listrik yang menggunakan mesin diesel itu tak kunjung normal.

“Pihak PLN Sinjai seharusnya mengambil langka cepat untuk memperbaiki jika benar terjadi kerusakan pada mesin tersebut. Tentu, agar motto PLN yang kiasannya listrik untuk kehidupan yang lebih baik bukan hanya slogan saja,” tulisnya, Rabu (17/12/2025).

Menanggapi kondisi tersebut, Manajer PLN Cabang Sinjai, Muh Ridha Modeong mengakui masih melakukan perbaikan untuk mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Pulau Sembilan.

“Kami masih melakukan tahapan perbaikan,” tulisnya saat dikonfirmasi WhatsApp (WA).

Pihak PLN Sinjai kata Ridha saat ini berupaya melakukan perbaikan mesin Pembangkit Listrik dengan mendatangkan Ahli dari Kota Makassar sembari menjadwalkan arus listrik yang masuk ke rumah warga secara bergiliran.

“Saat ini kami membagi jadwal untuk menyalakan listrik di wilayah tersebut per 6 jam kepelanggan yang ada di Wilayah Pulau Sembilan dan mudah-mudahan proses pengerjaan cepat dan pasokan listrik kembali berfungsi normal,” jelasnya.

Sebelumnya, warga Kecamatan Pulau Sembilan menilai alasan pemadaman yang disampaikan pihak PLN terkesan klasik dan tidak transparan.

Bahkan, warga menduga adanya praktik tidak beres di lapangan, termasuk potensi penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) oleh oknum petugas PLN yang bertugas di Pulau Sembilan.

Atas kondisi itu, warga mendesak DPRD Kabupaten Sinjai untuk segera memanggil dan memeriksa pihak PLN Cabang Sinjai, mengevaluasi kinerja serta tanggung jawab petugas PLN yang bertugas di Pulau Sembilan.

Selanjutnya, meminta PLN Cabang Sulselbar menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang terbukti lalai dalam memberikan pelayanan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan PLN di wilayah kepulauan.

Komentar