SINJAI, Jendela Satu— Proyek irigasi Jenne Berang impres tahap III tuai sorotan.
Pasalnya, pembangunan irigasi diduga tidak sesuai SOP.
Tepatnya di Desa Bonto Salama, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.
Padahal proyek tersebut menelan anggaran Rp 1, 4 Miliar yang bersumber dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Diketahui, proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Waskita Karya.
Dibalik dari anggaran yang fantastis, proyek tersebut dikeluhkan.
Bangunan irigasi diduga tidak tahan lama.
Hal tersebut disampaikan oleh warga setempat, KM.
“Campurannya kurang diaduk lalu digunakan untuk pengecoran irigasi tersebut,” tulisnya saat dikonfirmasi, Sabtu (07/04/2026).
Lebih lanjut, KM mengatakan bahwa selain dari kurang mengaduk campuran, volumenya bangunannya bervariasi.
“Lebar lantai hanya 60 Cm, seharusnya 100 Cm,” jelasnya.
Selain dari itu, dikatakan KM bahwa pembangunan tersebut juga tidak transparansi.
“Biasanya data-data pembangunan transparan, namun ini tidak,” tandasnya.
Terpisah, pelaksana Proyek PT. Waskita Karya menjelaskan bahwa total anggaran dalam papan proyek itu memang tidak dituliskan secara detail.
“Kontraknya langsung secara keseluruhan 39 lokasi,dengan anggaran Rp 93 Miliar,” tulisnya.
Ia juga mempertanyakan titik pembangunan irigasi yang tidak merata.
“Yang merata bagaiaman yang di maksud,” tandasnya.




Komentar