GOWA, Jendela Satu— Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya menilai arah pemerintahan Prabowo–Gibran menunjukkan gejala kemunduran demokrasi dan berpotensi melahirkan praktik kekuasaan yang menyerupai “Orde Baru Gaya Baru”.Reformasi 1998 merupakan tonggak sejarah bangsa dalam mengakhiri otoritarianisme dan menegakkan demokrasi yang menjunjung tinggi supremasi sipil, penegakan hukum, serta keberpihakan negara kepada rakyat.
Reformasi bukan sekadar pergantian kepemimpinan nasional, tetapi merupakan komitmen kolektif untuk memastikan kekuasaan negara berada di bawah kontrol rakyat.
Namun perkembangan kebangsaan saat ini menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan.
Konsolidasi kekuasaan yang semakin sentralistik, menguatnya pendekatan militeristik dalam ruang sipil, melemahnya agenda pemberantasan korupsi, serta kebijakan ekonomi yang belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat menjadi indikator mundurnya semangat Reformasi.
Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Taufik Kurahman, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sejarah untuk menjaga demokrasi.
“Reformasi 1998 diperjuangkan dengan pengorbanan besar oleh mahasiswa dan rakyat. Kami tidak ingin Indonesia kembali pada praktik kekuasaan yang menjauh dari kontrol publik. HMI Cabang Gowa Raya akan terus berdiri bersama rakyat untuk memastikan demokrasi tetap terjaga,” tegasnya, Kamis (08/04/2026).
Sementara itu, Jenderal Lapangan aksi, Muh. Thafdil Wirawan Sailellah, menyatakan bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh diam melihat kemunduran demokrasi.
“Jika demokrasi mulai menunjukkan gejala kemunduran, mahasiswa harus berada di garis terdepan. Diam terhadap ketidakadilan adalah pengkhianatan terhadap sejarah perjuangan,” ujarnya.
SIKAP PERJUANGAN HMI CABANG GOWA RAYA
Mendesak revisi UU Peradilan Militer dan percepatan reformasi Polri untuk memperkuat supremasi sipil.
Mendesak evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menjadi proyek populisme anggaran tanpa menyelesaikan akar persoalan kemiskinan.
Menuntut negara menangkap dan mengadili mafia BBM bersubsidi serta mafia tambang ilegal.
Mendesak negara mewujudkan pendidikan dan layanan kesehatan gratis yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.
Mendesak pemangkasan anggaran DPR yang tidak sejalan dengan kualitas representasi publik.
Mendesak pemerintah mengevaluasi keanggotaan Indonesia dalam BoP apabila tidak memberikan manfaat strategis bagi kedaulatan ekonomi nasional.
Menuntut realisasi 19 juta lapangan pekerjaan bagi generasi muda Indonesia.
HMI Cabang Gowa Raya menegaskan akan terus berdiri di barisan terdepan bersama rakyat untuk menjaga demokrasi, menegakkan keadilan, dan memastikan Indonesia tidak kembali pada masa gelap otoritarianisme.






Komentar