SINJAI, Jendela Satu— Kelompok Pemuda Tani Mammana’e Desa Kaloling, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai melakukan inovasi baru dalam menyalangkan programnya.Kelompok Pemuda Tani Mammana’e melakukan kegiatan yang berbeda dengan kelompok tani pada umumnya.
Kelompok ini mengajarkan pemuda secara umum mengenai tata cara budidaya.
Untuk saat ini Kelompok Pemuda Tani Mammana’e fokus kepada budidaya cabe dengan melibatkan pemuda di Desanya ikut serta.
“Tentunya salah satu tujuannya adalah meningkatkan semangat pemuda, untuk saat ini kami lebih fokus dibudidayakan cabai,” ucapnya pada Jendela Satu.com, Sabtu (11/04/2026).
Lebih lanjut, Fadli mengatakan bahwa untuk tanaman tersebut mereka merawat bersama.
“Kami bersama rekan-rekan kelompok merawat untuk berbagai tanaman,” ujarnya.
Untuk saat ini kata Fadli, sudah di tahap panen.
“Alhamdulillah sudah panen, meski belum terlalu banyak namun intinya kami pelajar bersama.
Fadli mengatakan bahwa ada beberapa tantangan yang dialaminya salama bergelut di budidaya pertanian.
“Kami kan dari jurusan yang berbeda, disinilah kita menyatukan preferensi meski belum maksimal karna faktor cuaca yang tidak menentu,” jelasnya.
“Kan ini kadang musik hujan, jadi buah cabe cepat diserang hama dan penyakit,” tambahnya.
Dikatakan Fadli bahwa Penyuluh Pertanian Desa Kaloling juga ikut terlibat membimbing proses mereka melakukan penanaman berbagai lainnya.
“Sering hadir mengajarkan kami cara penanaman yang efektif,
Bahkan kelompok ini telah membagikan berbagai bibit tanaman pada masyarakat.
“Alhamdulillah meski jumlahnya belum terlalu banyak, teman-teman telah membagikan bibit kepada masyarakat,”
Untuk tanaman yang di bagian berbagai macam, diantaranya, bibit pepaya, terong, kangkung cabut, tomat, dan berbagai lainnya.
Fadli berharap agar pemuda di Sinjai bisa berinovasi untuk meningkatkan kualitas hidupnya dalam bertani.
“Ini kan tak perlunya repot-repot mendaftar, meski hasil tidak terlalu tinggi namun artinya kita bisa bebas dalam berbagai tindensi,” tandasnya.






Komentar