MAKASSAR, Jendela Satu— Rumah singgah pasien di Makassar dikeluhkan Pelaksana Tugas (PLT) Kadis Kesehatan (Kadinkes) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa.Rumah singgah yang ditujukan untuk membantu warga kurang mampu saat berobat, kini menjadi sorotan tajam.
Fasilitas penunjang medis ini dinilai memprihatinkan bagi keselamatan pasien.
terutama terkait manajemen penempatan pasien dan keterbatasan kendaraan operasional.
Hal ini disampaikan Andi Jefrianto setelah melakukan tinjauan ke rumah singgah tersebut.
Dalam kunjungan Sekda Sinjai sekaligus PLT Kadinkes, Andi Jefrianto juga menyayangkan tatanan pengelolaan ditempat tersebut.
“Sangat disayangkan, pasien yang kondisinya tidak bisa jalan justru ditempatkan di lantai atas” tulis Andi Jefrianto saat dikonfirmasi Via WhatsApp (WA) oleh Jendela Satu.com, Rabu (20/05/2026) malam.
Lebih lanjut, Andi Jefrianto bahwa jika kondisinya seperti itu pasien harus ditandu atau digendong untuk beristirahat.
“Ini tentu sangat menyulitkan dan membahayakan bagi mereka yang sedang berjuang sembuh. Seharusnya mereka diprioritaskan di lantai satu,” ujar Andi Jefrianto.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya manajemen operasional di Rumah Singgah.
Tak hanya soal penataan kamar, fasilitas penunjang mobilisasi pasien juga berada dalam kondisi kritis. Rumah Singgah Sinjai saat ini hanya memiliki 1 unit kendaraan operasional untuk melayani seluruh pasien.
“Jadwal dan lokasi pasien berbeda-beda membuat kendaraan yang satu ini tidak mampu memenuhi kebutuhan warga secara terkontrol, hal tersebut membuat petugas di lapangan juga kerap kewalahan dalam menjalankan tugas pengantaran, penjemputan, hingga pendampingan pasien,” ujar Andi Jefri.
Melihat kondisi tersebut, Andi Jefrianto berharap kepada Pemerintah agar menambah mobil operasional.
“Mobil operasional harus Dua, di mana mereka sangat membutuhkan kendaraan tersebut,” harapnya.
Disampaikan Andi Jefrianto, bahwa masyarakat Sinjai kini menanti pembenahan tersebut, agar fasilitas yang dibangun bisa benar-benar menjadi tempat bernaung yang layak di kala sakit, bukan justru menambah beban penderitaan pasien.
Hal tersebut dilakukan PLT Kadinkes Andi Jefrianto untuk menunjukkan komitmen dan perhatiannya terhadap masyarakat yang tengah menjalani pengobatan rujukan di luar daerah.
Salah satu wujud nyata dari komitmen ini adalah dengan melakukan optimalisasi pelayanan di Rumah Singgah Pasien Rujukan Kabupaten Sinjai yang berlokasi di Makassar.
Kunjungan ini bertujuan utama untuk meninjau langsung apakah fasilitas yang disiapkan saat ini sudah cukup memadai dan layak digunakan oleh masyarakat Sinjai selama masa pengobatan di Makassar.
Meski rumah singgah ini telah beroperasi, hasil tinjauan lapangan menunjukkan adanya beberapa ruang yang krusial dan mengganggu kenyamanan pasien.
Andi jefrianto dengan tegas menyampaikan perlu adanya SOP atau aturan ketat terkait penempatan kamar berdasarkan kondisi fisik pasien.






Komentar