oleh

Diduga Kuras Anggaran, Kualitas Material Bangunan Sekolah Rakyat di Sinjai Dipertanyakan

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Kualitas material Sekolah Rakyat di Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipertanyakan.Dari Pantauan Jendela Satu.com, Minggu (07/06/2026) material yang disiapkan banyak yang hancur.

Seperti halnya bata ringan.

Bahan bangunan Sekolah Rakyat.

Selain dari bata ringan, beton saluran irigasi juga banyak yang retak.

Hal tersebut memicu ketahanan pada bangunan Sekolah Rakyat.

Bata ringan yang hancur hanya menguras anggaran. Dan juga memicu ketahanan bangunan Sekolah Rakyat.

Diketahui bahwa Sekolah Rakyat berlokasi di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara.

Bangunan Sekolah Rakyat hanya berjarak ratusan meter dari Kantor Bupati Sinjai.

Sekolah Rakyat di Sinjai dibangun dengan luas lahan 7,5 Hektare.

Diketahui bahwa anggaran sekolah rakyat Rp 245 Miliar.

Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal tersebut bertujuan untuk menunjang pendidikan inklusif berasrama gratis untuk pelajar ekonomi terbatas.

Dari pembangunan Sekolah Rakyat di Sinjai belum ada bangunan yang rampung.

Para pekerja di lokasi tersebut menggunakan rompi dan helm.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sinjai, Andi menyampaikan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sinjai telah mencapai sekitar
69,8 persen dan ditargetkan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 mendatang.

Menanggapi hal itu, Agus Jabo meminta seluruh pemerintah daerah agar menyiapkan lahan terbaik serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan program Sekolah Rakyat berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Andi Mahyanto Mazda menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam mendukung penuh program Sekolah Rakyat sebagai langkah konkret meningkatkan akses pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Sinjai diharapkan mampu membuka kesempatan pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam memutus mata rantai kemiskinan di daerah.

Komentar