SINJAI, Jendela Satu— Bupati Sinjai lagi-lagi menunjukkan taringnya untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.Kali ini Bupati Sinjai, Hj.Ratnawati Arif melantik 44 penjabat strategis, Rabu 08 Juli 2026.
Mereka yang dilantik dari jabatan Administrator, Jabatan Pengawas dan Pejabat Fungsional hingga jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes).
Salah satu yang dilantik ialah Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Puskesmas (Kapus) Samaenre Ernawati.
Ernawati yang sebelumnya jadi PLT kini dilantik sebagai Kapus Samaenre.
sebelumnya, di kepemimpinan Ernawati
sudah berkali-kali dikeluhkan masyarakat.
Bagaimana tidak, diduga pasien yang hendak berobat di tempat tersebut diduga ditolak.
Hal tersebut membuat warga geram dengan pelayanan Puskesmas Samaenre.
Seperti halnya yang dialami oleh kerabat Malik.
Saat adiknya hendak mendapatkan perawatan, namun hanya mendapat kabar yang tidak menyenangkan.
Adiknya diduga ditolak dirawat gegara belum cukup lima hari sakit.
“Adik saya sakit parah, tapi ditolak untuk dirawat,” ujar Malik pada Kamis 18 Juni 2026.
Lebih lanjut, Malik, bahwa dirinya sempat menjelaskan ke Perawat terkait kondisi adiknya, namun tetap tidak diberikan izin untuk dirawat.
“Saya sampaikan bahwa adik saya sudah beberapa hari sakit, bahkan keluarga kami jelaskan kondisinya, namun tetap ditolak,” jelasnya.
Namun dengan hal tersebut, taring Dinkes tetap gigih melakukan pelantikan besar besaran di tingkat Puskesmas.
Sebelumnya, aktivis ramai-ramai minta agar Kapus Samaenre untuk dicopot.
Seperti halnya yang disampaikan M.Agung Wirawan bahwa hal tersebut tak seharusnya dilakukan oleh kalangan Puskesmas.
“Ini sudah mencoreng pelayanan Dinas Kesehatan, dengan alasan yang tidak jelas,” Ujar Mahasiswa Sinjai, Senin (22/06/2026).
Lebih lanjut Agung bahwa pernyataan Kapus Samaenre yang dianggap mencoreng nama baik Jajaran Dinas Kesehatan di Sinjai.
“Pernyataan Kapus Samaenre terkait dengan belum cukup lima hari sakit, lalu tidak dirawat, ini sangat keliru, apalagi ditolak,” jelasnya.
Hal yang sama di sampaikan oleh Nabil bahwa hal tersebut terjadi tak berselang lama.
“Inikan bukan yang pertama kalinya, bahkan sudah beberapa kali dikeluhkan,” jelas, Nabil.
Hal tersebut dapat tanggapan dari Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Andi Jefrianto Asapa.
“Kami akan lakukan investigasi terkait kejadian tersebut,” tulisnya.
Bahkan Andi Jefrianto juga menyampaikan bahwa terkait dengan tanggapan aktivis untuk minta dicopot Kapus Samaenre akan ditindaklanjuti.
“Dalam satu dua hari sudah keluar hasilnya,” tandas Sekertaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa.






Komentar