oleh

Banyak Insiden di Porprov, Permintaan Maaf Bupati Sinjai Dipertanyakan

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Sejumlah insiden mewarnai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2022 yang berlangsung di Kabupaten Sinjai. Jumat (28/10/22).

Sebelumnya kontroversi atas hasil putusan juri terkait lomba panjat tebing yang dinilai kurang sportif, kemudian penganiayaan atlet dayung, dan dugaan pelecehan atlet renang.

Sehingga membuat Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa, angkat bicara.

Baca Juga:  3 Tahun Terakhir Penderita HIV di Sinjai Meningkat, Kini Capai 48 Kasus

Sebagaimana dilansir Detiksulsel, “Atas nama pemerintah Kabupaten Sinjai dan masyarakat Sinjai kami minta maaf atas kejadian ini. Kami sangat menyesal adanya tindakan di luar kendali yang merugikan atlet asal Selayar,” kata Andi Seto kepada detikSulsel, Rabu (26/10/2022).

Sayangnya permintaan maaf Bupati Sinjai yang ramai diberitakan, menimbulkan pertanyaan di kalangan aktivis.

Baca Juga:  Proyek Ratusan Juta Paving Blok di Pulau Harapan Sinjai Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Aktivis Minta Pelaksana Diperiksa

Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Sinjai, Fuadi mengatakan bahwa permintaan maaf Bupati Sinjai layak dipertanyakan.

Menurutnya, setiap keterangan resmi apalagi permintaan maaf selalu disertai video, bukan pernyataan melalui media saja.

“Saya curiga permintaan maaf bupati hanya dibuat oleh humasnya saja lalu dibagi ke wartawan. Karena tidak ada video yang disertakan,”  jelas Fuadi.

Baca Juga:  11 Personel Brimob Bone Dikerahkan Cari Korban Tenngelam di Wajo

Dimana-mana kalau pejabat publik minta maaf, kata Fuadi, selalu disertai bukti seperti audio visual.

“Kalau tidak ada bukti video, itu akan menimbulkan pertanyaan ke publik. Akankah ini betul kata Bupati atau justru kerjaan humasnya saja yang berusaha meredam situasi,” pungkasnya.

Penulis: Taqwa Ainun

Komentar