oleh

3 Kepala Desa Terpilih di Kecamatan Sinjai Timur Resmi Dilantik

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) resmi mengambil sumpah sekaligus melantik kepala desa terpilih hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak gelombang II tahun 2023 diwilayah Kecamatan Sinjai Timur.

Mereka yang dilantik adalah Kepala Desa Tongke-Tongke, Sirajuddin, Kepala Desa Salohe, Ambo Tang dan Kepala Desa Bongki Lengkese, Jamil.

Pelantikan Kades periode 2023-2029 itu, berlangsung di Aula Kantor Camat setempat, Senin, (22/5/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati ASA menyampaikan rangkaian tahapan pilkades sebagai sebuah perwujudan demokrasi masyarakat desa telah dilaksanakan dengan aman, tertib, dan lancar.

Baca Juga:  Aktivis HMI Sorot Dugaan Pungli Kepsek SMKN 4 Sinjai

Meskipun tidak dapat dipungkiri kendala itu tetap ada, tapi masih dalam ambang kewajaran dalam proses demokrasi.

Karena itu orang nomor satu di Pemerintahan Sinjai ini mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Forkopimda, PPKD kabupaten, PPKD desa, BPD, KPPS serta semua pihak yang telah mensukseskan penyelenggaraan pilkades serentak gelombang II.

Baca Juga:  Buruan! Brunei Darussalam Buka Pendaftaran Beasiswa S1-S2, Tunjangan Capai Jutaan Rupiah

Atas suksesnya pelaksanaan pilkades ini, dia juga menyampaikan selamat kepada seluruh masyarakat desa yang telah menyelenggarakan pilkades serentak karena telah memiliki seorang pemimpin baru sesuai harapan bersama.

“Kepada kepala desa yang baru saja dilantik atas nama pribadi dan pemerintah daerah kabupaten sinjai, saya mengucapkan selamat bertugas semoga amanah yang saudara terima dapat dilaksanakan sebaik-baiknya,” katanya.

Serta tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada para penjabat kepala desa yang telah menyelesaikan tugas dengan sebaik baiknya, semoga segala pengabdiannya menjadi ladang ibadah dan membawa keberkahan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemkab Sinjai Bersama Pemprov Sulsel Monitoring dan Evaluasi Penanganan Anak Tidak Sekolah

Menurut Bupati ASA, penyelenggaraan pemerintahan desa pada hakikatnya adalah wahana pengadian dalam upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, terlebih kondisi pasca bangkit dari bencana pandemi, pemerintah desa dituntut untuk terus melakukan stimulus pertumbuhan ekonomi.

“Selain itu menjaga stabiltas ekonomi dan sosial agar mampu menekan berbagai isu-isu yang berkembang seperti kemiskinan ekstrem, inflasi, stunting dan isu strategis lainnya,” kuncinya.

Komentar