SINJAI, Jendela Satu— Terkait fasilitas umum Alun-Alun Kota Sinjai yang dikeluhkan pengunjung dibenarkan oleh Dinas Perdagangan Perindustrian (Disperindag).Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidan Disperindag, Jamiat Isma.
“Benar ada toilet yang rusak sehingga ditutup menggunakan kayu,” tulisnya saat di konfirmasi WhatsApp (WA), Rabu (25/02/2026).
Lebih lanjut Jamiat bahwa untuk saat ini tidak ada perbaikan fasilitas tersebut.
“Karna terbatasnya anggaran sehingga untuk biaya pemeliharaan tdk ada,” jelasnya.
Dikatakan Januari bahwa, untuk saat ini ada 41 lapak di Alun-Alun Sinjai.
“Pembayaran untuk satu lapak Rp 10 perhari,” jelasnya.
Sebelumnya, Alun-Alun Kota Sinjai di keluhkan pengunjung.
Padahal, bangunan tersebut menelan anggaran Rp7.122.406.000.
Di ketahui bahwa Alun-Alun diresmikan pada tanggal 25 Januari 2024.
Alun-Alun berlokasi di jalan Tondong, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara.
Tempat ini banyak dikunjungi oleh peminat kuliner.
Selain dari pengunjung datang untuk bersantai, mereka juga menikmati kuliner.
Pengunjung datang mulai dari kalangan muda mudi.
Di Alun-Alun Sinjai menyediakan berbagai kuliner, mulai dari makanan berat hingga kopi dan beberapa lainnya.
Di lokasi tersebut, para pelapak membayar RP 10 ribu/ lapak.
Namun di balik dari itu, dari Pantauan Jendela Satu.Com, bangunan Alun-Alun mulai retak.
Selain dari itu retak, toilet Alun-Alun juga disegel.
Alun-Alun disegel menggunakan papan.
Di area lokasi tersebut terasa bau busuk.
Salah satu pengunjung, Tamar mengatakan bahwa tak seharusnya toilet disegel.
“Itu kan fasilitas umum, pengunjung kalau mau buang air kecil harus keluar karna toilet disitu di sudah disegel menggunakan papan,” ucapnya.
Lebih lanjut Tamar mengatakan bahwa semoga ada perbaikan terhadap bangunan tersebut.
“Semoga yang berkewenangan segerah memperbaiki fasilitas Alun-Alun Sinjai,” harapnya.




Komentar