oleh

Aktivis di Sinjai Setuju Isu Pendistribusian MBG di Kurangi: Badan Sehat, Daya Pikir?

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Terkait pengurangan pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) disetujui oleh Aktivis di Sinjai.Hal tersebut disampaikan oleh Isyal Aprisal, Jumat (27/03/2026).

Isyal menganggap berdasarkan putusan Pemerintah di Video yang beredar terkait dengan pengurangan pendistribusian dianggap sudah tepat.

“Ini langka yang sudah tepat, dimana pemerintah harus menganalisis yang mana hanya pemborosan anggaran,” tulisnya.

Menurutnya, program yang sejak awal digagas untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia tidak boleh hanya dimaknai sebagai upaya membuat perut kenyang, tetapi juga harus mampu menunjang perkembangan daya pikir generasi muda.

“Jangan sampai hanya gizi membaik, sedangkan IQ lemah, ini yang dikhawatirkan,”ucapnya.

Lebih lanjut, Isyal bahwa asupan gizi yang cukup memiliki hubungan erat dengan kemampuan belajar dan perkembangan kognitif anak.

“Program ini tidak boleh hanya berhenti pada memastikan anak-anak kenyang. Gizi yang baik sangat menentukan konsentrasi belajar dan perkembangan daya pikir mereka. Jika distribusi MBG justru dikurangi, maka yang perlu kita pertanyakan adalah bagaimana dampaknya terhadap kualitas generasi yang sedang kita bangun,” ujar Isyal Aprisal.

Karena itu, konsistensi pelaksanaan program MBG sangat penting agar tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai.

Ia juga menekankan bahwa program MBG harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM, bukan sekadar program bantuan sesaat.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada konsistensi distribusi, kualitas makanan, serta pengawasan yang baik di lapangan.

Dalam sebuah visual kampanye yang disampaikan Isyal Aprisal, terdapat pesan kritik sosial dengan kalimat “Perut Kenyang… Tapi Daya Pikir?”.

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa pemenuhan gizi bagi anak-anak harus berjalan secara berkelanjutan agar benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pendidikan dan kecerdasan generasi mendatang.

Isyal Aprisal juga mendorong pemerintah untuk memberikan penjelasan yang transparan terkait kebijakan distribusi MBG, sekaligus memastikan bahwa program tersebut tetap berjalan secara maksimal di berbagai daerah.

“MBG bukan hanya tentang kenyang hari ini, tetapi tentang membangun generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” tutup Isyal Aprisal.

Komentar