SINJAI, Jendela Satu— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sinjai mengecam keras tindakan pengobatan alternatif spiritual atau pengobatan tradisional (Dukun) yang viral di media sosial.
Pasalnya, dalam pengobatan tradisional yang di unggah dalam media sosial Facebook dianggap mencederai bumi panritta kitta bahkan menodai agama.
Konten yang menjadi sorotan tersebut diketahui diunggah oleh seorang yang bernama Rizal.
Atas nama Rizal inilah yang melakukan pengobatan alternatif spiritual.
Ia disebut sehari-hari menerima pasien untuk pengobatan alternatif.
Hal tersebut disampaikan oleh ketua MUI Sinjai Ustadz Fadhlullah Marzuki yang akrab disapa Ustadz Fadel.
“Praktik yang ditampilkan dalam konten tersebut tidak pantas karna mencampurkan kalimat doa dan disambungkan ungkapan yang dianggap tidak senonoh,” ucap Ustaz Fadel saat dikonfirmasi Via Telepon, Jumat (27/03/2026).
Lebih lanjut, Ustaz Fadel menegaskan bahwa tindakan seperti itu dapat menyesatkan umat, khususnya masyarakat Sinjai dan sekitarnya.
“kami mengecam saudara tersebut dan meminta agar segera meminta maaf serta bertaubat atas perbuatannya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa agama memiliki etika, adab, dan petunjuk dalam berdoa.
“Mencampurkan kalimat mulia dengan kata-kata yang tidak pantas itukan mencederai nilai-nilai prinsip agama,” lanjutannya.
Apalagi dikatakan Ustad Fadel bahwa berobat tradisional ditempat tersebut yang
kami dengar dari khalayak bahwa pembiayaan untuk berobat ditempat dimaksud berbiaya tinggi dan membayar saat mengambil nomor antrean.
“Kami bukan berarti menghalang-halangi mata pencaharian orang, namun kami sangat sayangkan caranya,” jelasnya.
“Kami mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam penggunaan doa, terutama ketika disampaikan kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Ustad Fadel juga menyampaika Rizal telah datang untuk mengklarifikasi unggahan video tersebut.
“sebagai insan biasa tentu kami juga memaafkan, namun mengingat bahwa negara kita adalah negara hukum, tentu kami berlepasdiam jika ada orang atau masyarakat yg melaporkan video tersebut,” terangnya.






Komentar