oleh

Mahasiswa Sebut Public Speaking jadi Tantangan Utama Ketua DPRD Gowa Sebelum Serap Aspirasi Masyarakat

Editor:

GOWA, Jendela Satu—Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa, Fahmi Adam menjadi sorotan publik.Pasalnya,kemampuan public speaking lemah.

Sorotan tersebut muncul karena gaya penyampaian pesan yang terkadang kurang tegas, kurang fokus, dan sulit dipahami.

Hal tersebut dinilai bahwa ketua DPRD Gowa sulit untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Sejumlah pengamat politik dan warga menilai bahwa kemampuan berbicara di depan publik merupakan salah satu indikator kepemimpinan, terutama bagi seorang pimpinan legislatif yang harus menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah (Pemda).

Ketidakjelasan dalam penyampaian dapat menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas Ketua DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat dan menyalurkannya melalui kebijakan atau keputusan legislatif.

Sorotan juga datang dari kalangan mahasiswa, termasuk Adam Rasyid, yang menyatakan keprihatinannya terkait kemampuan public speaking Ketua DPRD.

“Bagaimana DPRD bisa menjalankan fungsinya dan memperjuangkan aspirasi rakyat jika public speaking pimpinan saja masih menjadi kendala? Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami sebagai generasi muda,” ujar Adam, Selasa (14/04/2026)

Menurut Adam, kemampuan komunikasi yang efektif bukan hanya soal retorika, tapi juga soal kemampuan untuk mendengar, memahami, dan meneruskan aspirasi masyarakat dengan jelas ke forum-forum resmi DPRD.

Mahasiswa menilai bahwa DPRD perlu memastikan setiap aspirasi yang disampaikan warga benar-benar tersampaikan dan dipahami, tanpa terganggu hambatan komunikasi dari pimpinan.

Lebih jauh, Adam menekankan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi pimpinan DPRD akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

“Ketua DPRD diharapkan mampu menjadi perantara yang kuat antara warga dan pemerintah daerah, serta memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” harapnya.

Kritik terhadap kemampuan public speaking ini bukan semata-mata menolak kepemimpinan Ketua DPRD, melainkan menekankan pentingnya keterampilan komunikasi yang efektif untuk menjalankan tugas legislasi.

Para pengamat dan warga berharap Ketua DPRD dapat mengikuti pelatihan atau pendampingan komunikasi publik, agar dapat menyampaikan aspirasi masyarakat dengan lebih jelas dan tegas.

Meski mendapat sorotan, Ketua DPRD Fahmi Adam tetap menjalankan fungsinya.

Dalam beberapa kesempatan, Fahmi Adam menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Gowa berkomitmen menampung aspirasi masyarakat melalui mekanisme resmi, termasuk reses, rapat dengar pendapat, dan penyusunan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi yang masuk akan dijadikan dasar pertimbangan pembangunan daerah, termasuk rencana pembangunan 2027.

Komentar