oleh

Mitra SPPG Sangiasseri Sinjai Tuding Dugaan IPAL yang Tak Berfungsi

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sangiasseri menanggapi dugaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) diduga tak berfungsi.Hal tersebut disampaikan oleh mitra SPPG Sangiasseri, Nasrudin Latif.

“Dapur kami punya IPAl, kemari sudah ditinjau oleh BGN,” ucap Nasruddin Latif melalui Via WhatsApp (WA), Selasa (28/04/2026).

Lebih lanjut Nasruddin mengatakan bahwa mengenai apa yang dikeluhkan oleh warga itu sudah diklarifikasi.

“Terkait dengan sisa makanan yang ada pada irigasi dapur kami itu sudah ditindaklanjuti dan memang ada perbaikan pada IPAL kami sehingga ada sisa cucian yang keluar,” ujarnya.

Dikatakan Nasrudin bahwa kedepannya keluhan tersebut akan ditangani.

“Semoga kedepannya progres lebih baik lagi,” jelasnya.

Diketahui, SPPG berada di Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.

SPPG tersebut dibawa yayasan Jabal Nur Kaloling.

Sebelumnya, dari pantauan Jendela Satu.com di lokasi, sisa makanan nampak berceceran di saluran irigasi.

Sisa makanan tersebut bersumber diduga dari SPPG.

Selain terlihat jorok, sisa makanan tersebut juga menimbulkan bau yang kurang sedap.

Salah seorang warga setempat mengaku meresah terganggu dengan hal tersebut.

“Baunya tidak sedap. Apalagi air pada irigasi tersebut dipake petani untuk membajak sawahnya,” ucap F saat ditemui.

“Seharusnya tidak di buang sembarang sisa makanannya, karna kan itu berdampak pada lingkungan,”tambahnya.

Sebelumnya, untuk di Sinjai terdapat 25 SPPG.

Untuk saat ini ada 4 yang diberhentikan oleh BGN, dikarenakan karna IPAL yang tidak maksimal.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sinjai, Sapriadi.

“Dari 25 SPPG baru empat diantaranya yang kantongi izin sertifikasi halal,” tulisnya saat dikonfirmasi lewat Via WhatsApp (WA).

Lebih lanjut, Sapriadi bahwa yang lainnya beroperasi meski tak kantongi izin.

“Yang lainnya sementara proses,” lanjutnya.

Dikatakan Saprian bahwa empat dapur yang kantongi sertifikat halal terpisah Kecamatan.

“Tongke-Tongke, Passimarannu, Sinjai Timur, Biringere 01 Sinjai Utara, dan Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo,” jelas Saprihan.

Komentar