SINJAI, Jendela Satu— Intensitas hujan sedang hingga lebat mengguyur wilayah Sinjai Sulawesi Selatan sejak Kamis malam hingga Jumat (15/05/2026).Akibatnya, sejumlah titik di Kecamatan Sinjai Utara terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 70 Cm pada pukul 03.00 WITA.
Wilayah yang terdampak paling parah meliputi Kelurahan Biringere, Kelurahan Balangnipa, dan Kelurahan Bongki.
Hal tersebut dibenarkan oleh analisis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Andi Octave Amier.
“Luapan air dipicu oleh hujan sedang hingga lebat yang mengguyur tanpa henti selama kurang lebih enam jam,” tulisnya.
Dikatakan Andi Octave bahwa banjir tersebut mengakibatkan beberapa fasilitas umum terdampak.
“Banjir kali ini tidak hanya merendam puluhan rumah warga, namun juga menyasar area kantor dan institusi pendidikan,” lanjutnya.
Adapun kantor instansi yang dilaporkan terendam antara lain Markas KODIM 1424 Sinjai, Kantor BPBD, BalitBanda, DP3AP2KB, Dinas Ketahanan Pangan, serta Kantor Pertanahan.
Sektor pendidikan pun tak luput dari dampak bencana ini.
Seperti halnya Sekolah Luar Biasa (SDLB) dan SMA Negeri 5 Sinjai turut terendam air.
Selain itu, akses transportasi di pusat kota sempat terganggu karena sepuluh ruas jalan utama, termasuk Jl. Jend. Sudirman, Jl. Dokter Hamka, dan Jl. Tondong, tergenang air yang cukup dalam.
Dengan bencana tersebu, BPBD
Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sinjai segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan pendataan.
Selain fokus pada dampak genangan, BPBD bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) juga bergerak cepat mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang akibat cuaca ekstrem tersebut.
“Kami bekerjasama dengan DLHP karna ada beberapa juga longsor, pohon tumbang yang ingin dievakuasi,”jelasnya.
Memasuki pagi hari, kondisi banjir dilaporkan telah surut sepenuhnya.
Saat ini, otoritas setempat memprioritaskan kebutuhan mendesak berupa pembersihan material sisa banjir pada saluran drainase agar fungsi pembuangan air kembali normal guna mengantisipasi hujan susulan.
Pihak BPBD telah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada BNPB RI dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan.
“Tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi di masa mendatang,” tandasnya.






Komentar