SINJAI, Jendela Satu— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai, Zainal A. Hasnur menggelar reses masa sidang II tahun 2026.Legislator PKB tersebut menggelar reses di Akkitangessoe, Dusun Alekanrung, Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah, Sabtu (13/06/2026).
Dalam reses tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta jajaran pemerintah desa.
Politisi PKB ini menekankan kepada masyarakat untuk terbuka terkait apa yang menjadi keluhan dilingkup masyarakat.
“Tentunya kita mengajak masyarakat untuk
mengarah keforum politik aspirasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zainal menyampaikan bahwa
aspirasi masyarakat terkait dengan infrastruktur jalan bukan yang pertama kali dikeluhkan.
“Jalan penghubung Bongkong–Caile, Caile–Topala, dan Bontopenno–Mattunreng Tellue telah lama masuk daftar usulan prioritas. ketiga ruas tersebut telah diperjuangkan dan diusulkan sejak periode pertama serta kembali diajukan setiap tahun dalam pembahasan anggaran,” jelasnya.
Dikatakan Zainal bahwa keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi faktor utama yang membuat usulan itu belum terealisasi.
Meski demikian, Zainal menyatakan komitmen untuk terus menjadikan infrastruktur tersebut sebagai prioritas perjuangan anggaran berikutnya.
“Usulan peningkatan jalan Bongkong–Caile, Caile–Topala, dan Bontopenno–Mattunreng Tellue bukan aspirasi baru. Ini perjuangan yang kami bawa sejak periode pertama dan terus kami dorong setiap tahun. Kondisi fiskal memang menjadi kendala, tetapi tidak akan menghentikan perjuangan kami,” tegas Zainal.
Disampaikan Zainal, bahwa untuk sektor pendidikan PKB komitmen memperjuangkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) melalui jalur aspirasi.
“Alhamdulillah PIP sudah dirasakan oleh siswa yang membutuhkan, dan tentunya hal tersebut menjadi komitmennya kita di PKB,”
Tak hanya sampai perjuangan tersebut, Zainal juga menyampaikan bahwa menampung usulan bantuan bibit porang, peningkatan layanan air bersih, serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani.
Aspirasi itu akan dirangkum sebagai bahan perjuangan dalam pembahasan program dan anggaran ke depan.
Zainal menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan mekanisme untuk memastikan suara warga menjadi dasar perjuangan kebijakan dan anggaran pembangunan yang lebih merata di Sinjai Tengah.
“Setiap aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami bawa sebagai bahan perjuangan konkret, bukan sekadar catatan seremonial. Fokus kami tetap sama pemerataan pembangunan dan kesejahteraan,” tandasnya.



Komentar