SINJAI, Jendela Satu— Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa jalan kaki dengan jarak 14 Kilo Meter (KM) saat berkunjung di Dusun Sapoberu, Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat.Hal tersebut dilakukan oleh Andi Jefrianto untuk memastikan pelayanan kesehatan betul-betul sampai di pelosok.
Selain dari hal tersebut Andi Jefrianto ingin melihat pelayanan kesehatan secara langsung.
Dengan infrastruktur jalan yang rusak parah sehingga Andi Jefrianto dan jajarannya harus berjalan kaki selama 2 jam 20 menit untuk sampai di targetnya.
Akses transportasi lumpuh akibat kondisi cuaca buruk dan medan jalan yang ekstrem.
Satu-satunya cara untuk mencapai lokasi hanyalah dengan berjalan.
Hal tersebut membuat Tim Dinkes harus berjalan kaki sejauh 14 kilometer waktu tempuh, Perjalanan melelahkan ini memakan waktu sekitar 2 jam 20 menit.
Jalur tanah yang licin, tanjakan curam, dan cuaca yang tidak menentu menjadi ujian fisik sepanjang rute.
Semangat pengabdian tanpa batas, rasa lelah dan risiko di perjalanan tidak menyurutkan semangat para pejuang kesehatan ini.
Langkah kaki tetap tegap melaju demi satu tujuan utama, memastikan seluruh warga di wilayah terpencil Dusun Sapoberu mendapatkan pelayanan medis, pemeriksaan kesehatan, dan hak sehat yang sama seperti masyarakat perkotaan.
Aksi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik hingga ke pelosok terdalam yang sulit terjamah.
PLT Kadinkes, Andi Jefrianto Asapa, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di wilayah dengan akses terbatas.
“Jarak dan medan yang sulit tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Kesehatan akan terus memastikan pelayanan kesehatan hadir hingga ke daerah terpencil agar derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya Andi Jefrianto Asapa sekaligus Sekertaris Daerah Kabupaten Sinjai.






Komentar