oleh

Aliansi Cipayung di Sinjai Minta Evaluasi Program KDMP, MBG, BBM Hingga Revisi UU TNI dan Polri

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Aliansi Cipayung Sinjai menggelar aksi unjuk rasa.Adapun yang tergabung dalam aliansi tersebut iyalah HMI Cabang Sinjai, DPC GMNI dan DPC PMII.

Mereka menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai, Selasa (23/06/2026).

Dari pantauan Jendela Satu.com, massa aksi berorasi secara bergantian.

Massa aksi juga membentangkan spanduk yang bertuliskan “Lawan Rezim”.

Spanduk yang berbeda yang bertuliskan “Evaluasi Total Kabinet Prabowo Gibran”.

Aksi tersebut sempat tegang.

Ketegangan tersebut dipicu saat massa aksi ingin membakar ban, namun pihak keamanan langsung menarik ban bekas massa aksi.

Tak hanya hanya itu, ketegangan juga dipicu saat massa aksi ingin masuk di kantor DPRD namun lagi-lagi dihalangi oleh satuan keamanan dari Pol PP dan jajaran Kepolisian Polres Sinjai.

“Ada apa dengan pihak kenamaan, ketika kita menyuarakan keresahan masyarakat selalu saja menjadi penghalang,” ujar Jenderal Lapangan (Jenlap) Andi Fauzan dalam orasinya.

Lebih lanjut Andi Fauzan mengatakan bahwa padahal gerakan Cipayung ingin menyuarakan kebijakan masyarakat.

“Kami ingin menyampaikan apa yang menjadi keresahan masyarakat dan tentunya meminta agar dievaluasi total kabinet Prabowo Gibran,” lanjutnya.

Tak berselang lama, massa aksi diberikan ruang masuk di pintu utama kantor DPRD untuk berdialog, massa aksi memasuki kantor DPRD lewat pintu sebelah.

Ketika masuk di dalam kantor DPRD rombongan massa aksi sudah siap diterima oleh Ketua DPRD, Andi Jusman.

Aliansi Cipayung menyampaikan sejumlah aspirasi krusial terkait program pemerintah di hadapan penerima aspirasi.

Massa aksi menyoroti efektivitas program pusat di daerah, salah satunya adalah program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta program MBG hingga revisi UU TNI dan Polri.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Sinjai, Andi Jusman menyatakan bahwa seluruh program dari pemerintah pusat pada dasarnya bernilai positif, termasuk KDMP.

Namun, DPRD memandang aksi Mahasiswa ini bukan sebagai penolakan total, melainkan bentuk evaluasi demi perbaikan ke depan.

“Apa yang menjadi tuntutan Aliansi Cipayung akan kami tindak lanjuti,” ucap Ketua DPRD, Andi Jusman di hadapan massa aksi.

Bahkan, Andi Jusman mengaku telah meneruskan keluhan banyak desa terkait KDMP ke Kementerian PUPR Pusat dan DPR RI.

“Sebelum Mahasiswa melakukan aksi kami sebelumnya sudah meneruskan keluhan masyarakat terkait dengan KDMP, yang di mana banyak posisi pembangunannya tidak strategis,” jelasnya.

“Jika penempatan program ini kurang strategis, dikhawatirkan fasilitas tersebut hanya akan berakhir menjadi gudang kosong yang tidak terpakai”, tambahnya.

Lebih lanjut, Andi Jusman mengenai dengan program MBG, niat pemerintah itu sudah bagus, namun Pengelola yang harus diawasi dengan baik.

“Tentunya Pengelolaan MBG juga menjadi catatan kami yang akan kami sampaikan di Pusat,” ujarnya.

Selain itu, aspirasi mengenai masalah BBM juga diklaim telah disampaikan saat kunjungan kerja terakhir ke pusat.

Suasana sempat memanas ketika Koordinator Aksi, Taufik dari kader DPC GMNI melayangkan instruksi tegas dan menolak argumen lisan dari pihak legislatif.

“Kami tidak butuh narasi, tapi apa bukti konkret DPRD terkait apa yang telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Kami butuh bukti berupa administrasi,” tegas Taufik di hadapan pimpinan DPRD.

Merespons desakan tersebut, Ketua DPRD Sinjai langsung memunculkan dan memperlihatkan bukti berupa foto dokumentasi penyerahan aspirasi resmi di tingkat pusat.

Ketua DPRD juga menambahkan bahwa efisiensi anggaran saat ini turut membuat ruang gerak perjalanan dinas daerah menjadi lebih terbatas.

Aksi unjuk rasa berjalan dengan pengawalan ketat oleh pihak Kepolisian dan Satpol PP.

Komentar