SINJAI, Jendela Satu— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai menggelar pendampingan Mutu Internal Puskesmas.Kegiatan tersebut digelar di Wisma Sanjaya, Kecamatan Sinjai Utara, Selasa (07/07/2026).
Kegiatan dibuka langsung oleh Sekertaris Daerah (Sekda) sekaligus Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Kesehatan (Dinkes) Andi Jefrianto Asapa.
Pendampingan mutu internal Puskesmas dilakukannya untuk memperkuat manajemen mutu diseluruh Puskesmas agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin berkualitas, efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Andi Jefrianto menegaskan bahwa puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang memiliki peran strategis untuk peningkatan mutu pelayanan ke masyarakat harus menjadi komitmen bersama seluruh tenaga kesehatan.
“Pendampingan mutu internal ini bukan sekadar memenuhi standar administrasi, tetapi merupakan langkah nyata untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Setiap puskesmas harus terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, profesional, serta memberikan kepuasan kepada masyarakat,” ujar Andi Jefrianto Asapa dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Andi Jefrianto mengajak seluruh kepala puskesmas beserta jajarannya untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta menjadikan hasil pendampingan ini sebagai dasar dalam menghadirkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan di masing-masing puskesmas.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada komitmen seluruh tenaga kesehatan dalam menerapkan standar pelayanan yang konsisten dan berkesinambungan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan pelayanan mutu puskesmas antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai dengan seluruh puskesmas sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar.
Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, kegiatan pendampingan mutu internal ini bertujuan meningkatkan kapasitas puskesmas dalam menerapkan standar mutu pelayanan, memperkuat tata kelola organisasi, serta memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh puskesmas di Kabupaten Sinjai mampu mengimplementasikan sistem manajemen mutu secara optimal, sehingga kualitas layanan kesehatan dasar terus meningkat dan mampu memberikan manfaat nyata serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin prima bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Wisma Sanjaya ini diikuti oleh para kepala puskesmas, penanggung jawab mutu, serta tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas di Kabupaten Sinjai.
Sebelumnya, diduga salah satu pelayanan Puskesmas dikeluhkan.
Bagaimana tidak, warga yang datang ke Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan, namun berbanding terbalik dengan keinginannya.
Hal tersebut terjadi di Puskesmas Samaenre, Kecamatan Sinjai Selatan.
Diduga Puskesmas tersebut menolak pasiennya.
Salah seorang pasien datang di Puskesmas Samaenre membawa kabar sial lalu ia terpaksa meninggalkan tempat tersebut.
Karna ia hanya mendapatkan penjelasan yang tidak masuk akal.
Pegawai di Puskesmas Samaenre menyampaikan kepada warga bahwa kerabatnya belum bisa mendapatkan perawatan di Puskesmas Samaenre karna belum cukup lima hari sakit.
Hal tersebut disampaikan oleh kerabat pasien, Malik.
“Pelayanan Puskesmas tersebut mengherankan, setelah di tolak di Puskesmas adik saya terpaksa saya bawa ke Rumah Sakit,” ucap, Malik.
Padahal kata Malik, bahwa adiknya di bawa ke Puskesmas karna sakit.
“Semoga kedepannya pelayanan Puskesmas tersebut ditingkatkan,” harapnya..
Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas (Kapus) Ernawati
Terkait pasien yang diduga ditolak dilayani di Puskesmas Samaenre, Sinjai Selatan ditanggapi oleh kepala PLT Puskesmas, Ernawati.
“Kondisi pasien masih memungkinkan di rawat di rumah “, jadi advisnya dokter bisa pulang,” tulisnya saat di Konfirmasi oleh Jendela Satu com, Kamis (18/06/2026).
Lebih lanjut, Erna bahwa pasien sudah dilayani dan diperiksa juga diberikan obat oleh dokter.
“Dikasi obat, tapi jika sudah minum obat keadaannya tidak mengalami perbaikan yang disarankan, kembali di rawat di Puskesmas ,” jelasnya.
Bahkan dikatakan Erna bawa kondisi pasien tersebut belum memungkinkan untuk dirawat di Puskesmas Samaenre.
“Menurut keterangan Dokter masih bisa di Rawat jalan,” tandasnya.
Dengan insiden tersebut, aktivis ramai-ramai meminta agar PLT Puskesmas Samaenre untuk dicopot.
Seperti halnya yang disampaikan M.Agung Wirawan bahwa hal tersebut tak seharusnya dilakukan oleh kalangan Puskesmas.
“Ini sudah mencoreng pelayanan Dinas Kesehatan, dengan alasan yang tidak jelas,” Ujar Mahasiswa Sinjai, Senin (22/06/2026).
Lebih lanjut Agung bahwa pernyataan Kapus Samaenre yang dianggap mencoreng nama baik Jajaran Dinas Kesehatan di Sinjai.
Hal yang sama di sampaikan oleh Ketua, Nabil bahwa hal tersebut terjadi tak berselang lama.
“Kami meminta kepada Bupati Sinjai untuk segera mengambil langkah konkrit dengan mencopot Kapus Samaenre,” tegasnya.






Komentar