SINJAI, Jendela Satu— Aktivis di Sinjai minta agar pelantikan jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) ditingkat Puskesmas agar di revisi kembali.
Hal tersebut dianggap terjadi kekeliruan dalam mengangkat dan memberhentikan beberapa Kepala Puskesmas.
Di mana pada pelantikan tersebut untuk menentukan pelayanan kesehatan ditingkat masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syafi’i Ma’arif Cabang Sinjai, Muflihun.
“Kami anggap bahwa keputusan hingga pelantikan ditingkat Kapus di Sinjai keliru, dimana ada beberapa yang menjadi cacatan besar, namun tetap dipilih, ini kan bukan lagi tentang wewenang ini main di area kekuasaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muflihun bahwa bahkan Pelaksana Tugas (PLT) Dinkes Andi Jefrianto juga bahkan mengaku menelusuri terkait keganjalan yang terjadi di lingkup Puskesmas di Sinjai.
“Ini menandakan bahwa ketegasan PLT dalam memimpin Dinkes juga lemah, mereka sudah mengetahui bahwa keluhan masyarakat sudah tak lagi diperjuangkan,” jelasnya.
Sehingga, Muflihun meminta agar pelantikan tersebut agar di revisi.
Sebelumnya, di kepemimpinan PLT Kapus Samaenre, Ernawati diduga tolak pasien dan hendak berobat.
Kini Ernawati kembali dilantik jadi Kapus Samaenre.
Penolakan pasien tersebut dirasakan oleh kerabat Malik.
“Adik saya sakit parah, namun saat ingin berobat malah ditolak,” ucapnya.
Bahkan dikatakan Malik bahwa penjelasan Puskesmas Samaenre juga tidak jelas.
“Mereka tidak menerima untuk dirawat inap karena adik saya belum sakit hingga lima hari,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut Kapus Samaenre, Ernawati bahwa kondisi pasien belum memungkinkan untuk mendapatkan rawat inap.
“Kondisi pasien masih memungkinkan di rawat di rumah, jadi advisnya dokter bisa pulang,” tulisnya.
Lebih lanjut, Erna bahwa pasien sudah dilayani dan diperiksa juga diberikan obat oleh dokter.
Dikasi obat, tapi jika sudah minum obat keadaannya tidak mengalami perbaikan yang disarankan, kembali di rawat di Puskesmas ,” jelasnya.
Bahkan dikatakan Erna bawa kondisi pasien tersebut belum memungkinkan untuk dirawat di Puskesmas Samaenre.
“Menurut keterangan Dokter masih bisa di Rawat jalan,” tandasnya.






Komentar