SINJAI, Jendela Satu— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sinjai, Sulawesi Selatan.RDP tersebut adalah tindak lanjut dari aspirasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sinjai.
RDP digelar di ruang rapat DPRD, Jumat (25/09/2026).
Diketahui bahwa DPRD berlokasi di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara.
Dari pantauan http://JendelaSatu.com, rapat tersebut dipimpin oleh Anggota DPRD Partai NasDem, Agus Ampa.
Rapat tersebut dihadiri oleh HMI Cabang Sinjai, perwakilan SPBU.
Selain itu, turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Usman.
Dalam RDP tersebut membahas sejumlah tuntutan HMI Cabang Sinjai terkait kelangkaan BBM dan gas elpiji.
Menjawab hal tersebut, Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian, Usman menyampaikan terima kasih telah sama-sama memperhatikan keluhan masyarakat.
“Tentunya apa yang dikeluhkan ini ada perbedaan jumlah angka dari kuota BBM,” ujar Usman.
Ia mengatakan bahwa jumlah pendistribusian ke SPBU dari atasan memang ada pengurangan.
“Ada pengurangan stok dari Pertamina provinsi,” tambahnya.
Usman juga menyampaikan bahwa terkait keresahan tersebut pihaknya sebelumnya bersama pemerintah daerah telah membentuk satgas.
“Semoga dengan adanya satgas, keluhan masyarakat bisa ditangani terkait antrean dan pembagian,” harapnya.
Sementara Anggota DPRD Komisi III, Hj. Iwan dari Partai Golkar juga mempertegas terkait ketegasan SPBU dalam pengisiannya.
“Kami meminta agar pengelola SPBU tetap berpatokan pada aturan jika melakukan pengisian BBM,” tegasnya.
H. Ridwan juga menegaskan bahwa kuota nelayan, petani dan UMKM harus prioritas.
“BBM menjadi penentu pekerjaan mereka, makanya kami meminta agar hal tersebut menjadi prioritas,” harapnya.
Sementara HMI Cabang Sinjai berharap agar setelah diadakannya RDP ini ketentuan dan aturan ditegakkan.
“Jangan hanya dijadikan seremonial semata, dan dilaporkan aman, kami meminta agar yang berwenang segera mengambil langkah sesuai ketentuan apalagi dengan terbentuknya satgas betul-betul difungsikan,” harapnya.





Komentar