SINJAI, Jendela Satu— Kasus Dugaan Pengeroyokan yang dilakukan oleh Oknum Polisi terhadap Warga Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, inisial IB (27) masih menyita perhatian publik.
Pasalnya, terdapat dua versi keterangan yang berbeda soal kasus tersebut.
Keterangan yang berbeda itu antara Kapolres Sinjai dan Keluarga IB terkait dugaan oknum Polisi keroyok warga di daerah Lappa, Kecamatan Sinjai Utara.
Dalam pernyataannya, Kapolres Sinjai, AKBP Harry Azhar Hasri membantah adanya dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh anggotanya.
“Itu tidak benar, anggota mengamankan pelaku berinisial IB karena membawa Senjata Tajam,” ujarnya melalui Via Telepon, Kamis (12/12/2024).
Harry mengungkapkan isu yang berkembang saat puluhan warga mendatangi Mapolres Sinjai karena pemuda berinisial IB yang diamankan itu terlibat dugaan kasus narkoba.
Hanya saja, keinginan puluhan warga yang ingin menemui terduga pelaku (IB) belum diberikan izin sebab ada beberapa tahapan proses penyelidikan yang masih berjalan.
“Untuk sementara IB belum bisa ditemui karena masih dalam proses penyelidikan soal kepemilikan obat terlarang jenis sabu dan senjata tajam,” ungkapnya.
Sementara itu, Keluarga IB, Tetti mengatakan dugaan pengeroyokan bermula saat oknum polisi memarkir kendaraannya di tengah jalan, tepatnya di salah satu warkop di tepian muara galau, Kelurahan Lappa, Sinjai Utara.
IB saat itu kata Tetti, menegur karena mengganggu pengguna jalan. Akan tetapi, oknum polisi tersebut tidak terima dan mengeluarkan perkataan yang tidak sopan.
“Oknum tersebut melempari puntung rokok karena tidak menerima ditegur tapi IB juga tidak menerima dan mengatakan bahwa polisi tidak boleh seperti itu, kakaknya juga polisi tapi tidak berperilaku seperti itu,” ujarnya.
Atas dasar itu, oknum polisi bersama sejumlah rekannya mencari IB dan mendapati di depan rumahnya. Mereka pun mengeroyok IB lalu diamankan di Mapolres Sinjai.
Hanya saja, pihak keluarga mendapat hal yang janggal karena IB tidak bisa ditemui secara langsung.
“Sudah tiga hari diamankan di Polres Sinjai tapi kami tidak diberikan kesempatan untuk bertemu,” katanya.
“Bahkan kami minta untuk difoto sekalipun tetap tidak diizinkan, padahal kami mau tahu kondisinya, karena informasi kami dapat dia babak belur,” tambahnya.
Oleh karena itu, pihaknya telah melaporkan kejadian ini di Propam Polres Sinjai. Sehingga dia berharap pimpinan Sinjai hingga Polda Sulsel memberikan perhatian serius atas kejanggalan ini.
Disisi lain, kasus dugaan pengeroyokan itu sementara dalam proses penyeledikan oleh Propam Polres Sinjai.
“Sudah diterima laporannya dan kasus ini sementara tahap penyelidikan,” kata Anggota Propam Polres Sinjai, Aipda Arsal S.






Komentar