oleh

Sempat Dikabarkan Hilang, Anak Dibawah Umur Kini Ditemukan Tim Resmob Polres Sinjai di Kajang

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Seorang anak di bawah umur di Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan hilang, kini ditemukan.

Ia adalah FF (14) warga Dusun Maroanging, Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur.

FF dilaporkan hilang oleh keluarganya. Martina Santi (41).

Berbekal LP, Tim Resmob Polres Sinjai menelusuri keberadaan FF.

Alhasil FF ditemukan di Kassi Lohe, Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Selasa tanggal 24 Maret 2026 sekitar Pukul 13:20 Wita.

Tim Resmob bersama Kanit Intelkan Polsek Sinjai Timur Bripka Ahmad Rafiuddin dan dibackup anggota Polsek Kajang.

Pada Hari Selasa tanggal 24 Maret 2026 sekitar Pukul 13:20 Wita.

FF ditemukan di Kassi Lohe, Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Pada Hari Senin tanggal 23 Maret 2026 sekitar pukul 09:00 Wita.

Penemuan tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Sinjai, IPTU Agus Santoso.

“Benar, FF ditemukan berkat kerja sama tim,” tulisnya.

Lebih lanjut, IPTU Agus mengatakan bahwa FF meninggalkan rumahnya dengan alasan ke rumah temannya atas nama NB.

“setelah di cek ternyata yang bersangkutan tidak pernah datang,” jelasnya.

Dikatakan IPTU Agus bahwa FF sebelumnya sekitar pukul 11.00 Wita ia bertemu dengan EK( paras tomboi ) di sekitaran pantai karampuang Desa Pattongko kec. Tellulimpoe dan setelah itu keberadaannya tidak diketahui lagi dan diduga berada di kabupaten Bulukumba.

Bahwa salah seorang teman korban sempat berkomunikasi dengan EK

RK mengakui bahwa ia memang sempat bersama dengan FGdi Bulukumba namun menurutnya korban telah kembali sekitar sekitar pukul 14.00 Wita.

Berdasarkan informasi pihak keluarga bahwa mereka sempat berkomunikasi dengan FF lewat Chat WA dimana korban merasa terjebak sehingga belum kembali.

Sekitar pukul 23.00 Wita melalui chat menggunakan nomor WA korban dan mengirimkan chat ke Ibu korban.

salah seorang mengaku bahwa ia saat ini bersama dengan korban per. Farah dan meminta uan tebusan sebesar Rp. 5.000.000.

Bahkan ER mengajak bertemu dilokasi yang akan ditentukan untuk menukar uang tersebut dengan korban.

Bahwa sampai saat ini hari Selasa tanggal 24 Maret 2026 per. FF belum kembali kerumah dan keberadaannya belum diketahui.

Dikatakan, IPTU Agus bahwa FF sempat dievakuasi di Puskesmas setelah ditemukan

“Ia sempat di evakuasi karna sesat napas,” terangnya.

Setelah diintrospeksi, FF mengaku takut dimarahi oleh keluarganya karena pulang larut malam sehingga ia dan ER alias ERIK membuat alasan kepada keluarga.

Komentar