SINJAI, Jendela Satu— Utang piutang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, Sulawesi Selatan, menjadi polemik.
Pasalnya, Pemkab Sinjai, dianggap lambat menyelesaikan utang tersebut. Bahkan tidak menjelaskan alasan keterlambatan pembayaran.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kabupaten Sinjai, Satria Ramli.
Diketahui, Tidar merupakan organisasi bentukan dari Partai Gerindra
Satria Ramli, mengatakan Pemkab Sinjai perlu mengambil langkah untuk menangani persoalan tersebut agar tidak terus menjadi polemik di kalangan masyarakat.
“Hal ini terus saja menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat,” kata Satria yang merupkan Wakil Ketua DPC Gerindra Sinjai. Selasa, (12/12/2023).
Menurunya, ketika hal ini terus berlanjut tentunya akan terus memunculkan stigma-stigma liar di kalangan masyarakat.
“Seperti masyarakat yang terus melampiaskan keluhannya di Medsos, hal itu merupakan hal yang wajar akibat lambatnya respon dari Pemda Kabupaten Sinjai,” ujarnya.
Lanjut Satria, sudah seharusnya masyarakat mengetahui apa yang menjadi penyebab keterlambatan pembayaran utang milik Pemda Kabupaten Sinjai.
“Hal itu tentunya menjadi dugaan indikasi, jangan-jangan sikap bungkam dan tutup mata itu sengaja untuk menyudutkan Pemerintahan sebelumnya,” terangnya.
“Padahal kita tahu bersama bahwa utang itu bukan atas nama pribadi yang terus saja menyeret masa Pemerintahan sebelumnya (Andi Seto-Andi Kartini), tetapi atas nama Pemda Kabupaten Sinjai,” paparnya.
Bahkan tak hanya keterlambatan pembayaran utang, beberapa pembayaran lain juga ikut terlambat, seperti pembayaran ADD, pembayaran gaji tenaga honorer, dan beberapa pembayaran lainnya ikut terlambat.
“Keterlambatan pembayaran itu akan terus menimbulkan kegaduhan ketika Pemda tidak terbuka soal kondisi keuangan Daerah,” jelasnya.
Olehnya, Satria meminta kepada Pemda Kabupaten Sinjai perlu terbuka soal kondisi keuangan Daerah.
“Pemda perlu terbuka dan menjelaskan kepada masyarakat terkait kondisi Kabupaten Sinjai, tentunya dengan menjelaskan bagaimana kondisi keuangan Daerah hari ini,” kuncinya.


Komentar