SINJAI, Jendela Satu— Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabag sinjai menyatakan kekecewaan mendalam sekaligus melayangkan protes keras terhadap sikap penyelenggara Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dinilai sengaja menutup pintu bagi keterlibatan elemen mahasiswa ataupun masyarakat.Langkah sepihak ini dinilai sebagai bentuk kemunduran demokrasi dan pembungkaman hak partisipasi publik dalam pengawasan kebijakan daerah.
Wasekum PTKP HMI Cabang Sinjai, Andi Muh Fauzan mengatakan bahwa RDP yang sejatinya berfungsi sebagai wadah menyerap aspirasi dan mencarikan solusi atas persoalan krusial di masyarakat, justru digelar secara eksklusif di balik pintu tertutup tanpa melibatkan HMI sebagai pembawa aspirasi
“Tindakan mengabaikan keterlibatan Hmi sebagai pihak pembawa aspirasi ini memicu kecurigaan besar mengenai transparansi poin-poin yang dibahas dalam rapat tersebut,” ucap fauzan kepada jendela satu, Senin (18/05/2026).
Lebih lanjut Andi Fauzan bahwa RDP bukan sekadar formalitas birokrasi atau ruang bagi-bagi kesepakatan elit. Ada hajat hidup masyarakat yang dipertaruhkan di dalam ruangan itu. Ketika HMI tidak dilibatkan kami patut mempertanyakan apa yang sedang disembunyikan?
“kami menilai dengan menutup ruang dialog ilmiah dan kritis dari mahasiswa, kebijakan yang dihasilkan dari RDP tersebut berpotensi cacat legitimasi moral dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat di lapangan,” tegasnya.
Diketahui bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sinjai melaksanakan RDP terkait aspirasi yang dibawakan oleh HMI beberapa waktu yang lalu yakni mutasi jabatan dan pabrik porang.



Komentar