SINJAI, Jendela Satu—Pembangunan Sekolah Rakyat di Sinjai di targetkan akan digunakan bulan Juli tahun 2026.Pembangunan Sekolah Rakyat di Pusatkan di Lingkungan Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara.
Target penggunaan Sekolah Rakyat pada bulan Juli disampaikan oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda.
Hal tersebut disampaikan Andi Mahyanto saat audiensi dengan wakil Menteri Sosial
Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial RI, Kamis (21/5/2026).
Kedatangan Andi Mahyanto di dampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, Andi Muhammad Idnan.
Dalam pertemuan tersebut Andi Mahyanto menyampaikan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai 69,8 persen.
Menanggapi hal tersebut, Agus Jabo meminta seluruh pemerintah daerah agar menyiapkan lahan terbaik serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan program Sekolah Rakyat berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Andi Mahyanto Mazda menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam mendukung penuh program Sekolah Rakyat sebagai langkah konkret meningkatkan akses pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Sinjai diharapkan mampu membuka kesempatan pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam memutus mata rantai kemiskinan di daerah.
Berdasarkan pantauan Jendela Satu.com,Senin (08/06/2026) tak satupun ruangan Sekolah Rakyat di Sinjai yang rampung.
Mulai dari Musollah, hingga ruangan lainnya.
Bahkan beton irigasi juga belum terpasang.
Beton irigasi yang belum terpasang sudah banyak yang retak.
Kondisi di area pembangunan berlumpur.
Hal tersebut disebabkan karena faktor cuaca, Hujan yang tidak menentu di wilayah Sinjai.
Hal tersebut memperlambat progres pengerjaan Sekolah Rakyat tersebut.
Selain dari lambat, kualitas bangunan Sekolah Rakyat juga dipertanyakan.
Dalam pengerjaan dinding, berdasarkan pantauan Jendela Satu.com menggunakan bata ringan.
Bahkan sebelum terpasang, bata ringan yang disiapkan di lokasi banyak yang hancur.
Selain kualitas ketahanan yang dipertanyakan, hal tersebut juga menguras anggaran Sekolah Rakyat Sinjai.
Diketahui bahwa anggaran Sekolah Rakyat tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Diketahui bahwa anggaran sekolah rakyat Rp 245 Miliar.
Sekolah Rakyat di Sinjai dibangun dengan luas lahan 7,5 Hektare.
Para buruh di sekolah rakyat kebanyakan dari Sulawesi Selatan.
Mayoritas pekerja berasal dari Jawa.
Para pekerja di lokasi nampak menggunakan rompi.




Komentar