oleh

Dua Alasan PLN Tak Distribusikan Arus Listrik di Boja Dapat Respon Pemkab Sinjai Saat Amarah Boja Gelar Aksi Unjuk Rasa

Editor:

SINJAI, Jendela Satu— Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Boja (Amarah Boja) menggelar aksi unjuk rasa.

Tepatnya di Kantor Bupati Sinjai, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Selasa (31/03/2026).

Adapun yang bergabung dalam Aliansi tersebut iyalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) dan masyarakat Kampung Boja.

Dari Pantauan Jendela Satu.com, massa aksi berorasi secara bergantian.

Ia juga membentangkan spanduk yang bertuliskan “Amarah Kampung Boja”.

“Boja Gelap, Kampung Boja Menggugat”.

Spanduk yang berbeda “Bebaskan Kampung Boja Dari Belenggu Kawasan Hutan Lindung”

Hal tersebut dilakukan untuk meminta kejelasan terkait dengan arus listrik di Kampung Boja.

Tak berselang lama, massa aksi ditemui Staf Ahli Pemkab Sinjai, Andi Mandasini.

Melalui Andi Mandasini, menyampaikan bahwa Pemkab Sinjai telah bersurat ke Provinsi terkait apa yang pengadu keluhan masyarakat di Boja.

“Pemkab sudah bersurat ke Provinsi terkait dengan skema pemanfaatan kawasan hutan lindung untuk pembangunan jaringan listrik di kampung Boja,” ucapnya di depan Massa Aksi.

Terpisah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) H.Sofwan Sabirin menanggapi terkait isu hutan lindung di Kampung Boja.

“Jadi di Kampung Boja itu statusnya bukan lagi hutan lindung setelah melakukan pemekaran,” ujar H.Sofyan di depan massa aksi.

Iya mengatakan bahwa memang ada jalur infrastruktur jalan yang saat ini masih berstatus hutan lindung.

“Ada hutan lindung, cuma itu tidak secara keseluruhan. Hanya ada dua titik jalan, tapi itu hanya bagian dari teknis pelaksana ke depan agar mengerjakan sesuai ketentuan,” tandasnya.

Sehingga Massa Aksi, Mahdi meminta agar PLN Sinjai untuk tak ada alasan untuk tidak mendistribusikan listrik di Kampung Boja.

“Ini sudah ada kejelasan mengenai dengan alasan-alasan PLN, surat rekomendasi dan status lahan sudah terjawab, bahkan Pemkab saja sudah melayangkan surat ke Provinsi, tapi nyatanya PLN Sinjai belum melakukan aksi nyata,” jelas Presma UMSi.

Lebih lanjut, Mahdi, bahwa kami meminta agar PLN Sinjai untuk segerah melakukan langka serius untuk distribusikan listrik di Boja.

“Kami akan kawal aspirasi ini dan kami berharap PLN Sinjai tak melayangkan isu ketidakmungkinan untuk menyambungkan listrik ke kampung Boja,” harapnya.

Dalam proses Aksi Unjuk Rasa tersebut dikawal ketat oleh tim keamanan dari jajaran Polres Sinjai dan Satpol PP.

Diketahui, bahwa Kampung Boja berada di Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai

Di lokasi tersebut sebelum Indonesia merdeka sampai saat ini, masyarakat belum merasakan cahaya arus listrik.

Komentar

Baca Juga