SINJAI, Jendela Satu— Pemutusan Distribusi air PDAM di Alun-Alun kota Sinjai semakin meresahkan palaku UMKM.Pasalnya, pelaku UMKM menjadikan salah satu kebutuhan utama dalam menjalankan bisnisnya.
Memasuki dua hari pemutusan distribusi air, para pelaku usaha menggunakan air galon dalam melancarkan bisnisnya.
Salah satu pelaku usaha Zulkarnain mengatakan bahwa dirinya sangat keresahan akibat pemutusan distribusi air.
“Ini kami sudah gunakan 5 galon untuk cuci piring dan gelas. Sangat menguras biaya,” ucapnya.
Iya mengatakan bahwa kondisi tersebut sangat menghambat proses
“Kalau seperti ini usaha kami semakin merosok, karna dialihkan ke pembelian air galon,” jelasnya.
Hal yang sama kata Emmang mereka mengaku lancar membayar air PDAM.
“Kami rutin membayar, tapi distribusi air di berhentikan,” ujarnya.
“Inikan sangat menganjal,” lanjutnya.
Sehingga para pelaku usaha meminta agar problem ini segerah teratasi.
“Kami meminta agar air PDAM segerah di sambungkan kembali,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, PLT Disperindag, Andi Mandasini mengatakan bahwa Disperindag hanya pengawasan pada pelaku UMKM di Alun-Alun.
“Disperindag hanya mengawasi dan memungut kontribusi pajak sesuai peraturan daerah,” ucapnya saat dikonfirmasi lewat Via Telepon.
Lebih lanjut, Andi Mandas menjelaskan terkait keresahan pemberhentian distribusi air benar karna ada penunggakan pembayaran.
“Ada penunggakan sehingga hal tersebut terjadi. Untuk masalah tersebut Disperindag tidak masuk dalam keganjalan itu, karna ada kelompok pengusaha yang mengurus distribusi air, sampah dan listrikdi Alun-Alun,” jelasnya.
Terpisah, Direktrur Perumda Air Minum (PDAM) Titra Sinjai, Nasrullah Mustamin mengatakan bahwa terdeteksi ada penunggakan pembayaran.
“Kalau sudah tindakan pencabutan kemungkinan menunggak di atas 3 bulan,” sungkap, Nasrullah.






Komentar